Selama proses konstruksi berlangsung, Kementerian PU tetap melakukan pemantauan dan pemeliharaan rutin terhadap jembatan sementara yang saat ini digunakan, meliputi pengecekan harian, perbaikan berkala, serta pengaturan lalu lintas berkoordinasi dengan kepolisian dan instansi terkait guna memastikan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan.
Selain itu, langkah mitigasi di lapangan juga dilakukan untuk meningkatkan kenyamanan pengguna jalan, antara lain melalui penyiraman badan jalan guna mengurangi debu selama masa konstruksi berlangsung.
Baca Juga:
Menteri Dody Susuri Jalur Pegunungan Aceh-Sumut, Siapkan Solusi untuk Tanjakan Kedabuhan di Subulussalam
Dalam waktu dekat, pekerjaan konstruksi akan memasuki tahapan erection girder pada bentang pertama sebagai bagian dari percepatan penyelesaian proyek.
Kementerian PU menargetkan jembatan duplikasi permanen tersebut dapat difungsikan secara bertahap pada akhir Juli 2026, sehingga diharapkan mampu meningkatkan kapasitas lalu lintas, mengurai kepadatan kendaraan, serta memperlancar arus barang dan orang di wilayah Aceh.
Kementerian PU akan terus mempercepat penyelesaian pembangunan infrastruktur guna menjaga konektivitas antarwilayah serta mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
Baca Juga:
Punya Fasilitas 'High Class', Menteri PU Optimis SR Nagan Raya Berfungsi untuk Tahun Ajaran Baru
Demikian dilansir dari laman kemenkeugoid, Jumat (1/5/2026).
[Redaktur: JP Sianturi]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.