WahanaNews.co, Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menuntaskan penanganan 10 ruas jalan daerah di Provinsi Bali dengan total panjang mencapai 20,78 kilometer melalui Program Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah (IJD) Tahun Anggaran 2025.
Program ini dinilai mampu meningkatkan kelancaran mobilitas masyarakat sekaligus memperkuat distribusi logistik dan akses menuju sentra produksi serta kawasan pariwisata.
Baca Juga:
Kementerian PU Tuntaskan Penanganan Darurat pada 27 Infrastruktur Sanitasi dan Persampahan
Pelaksanaan program tersebut merupakan bagian dari Inpres Jalan Daerah di wilayah Jawa Timur–Bali yang mencakup 42 paket pekerjaan sepanjang 108,35 kilometer. Khusus di Bali, seluruh paket pekerjaan telah rampung dan memasuki tahap Provisional Hand Over (PHO).
Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, menyampaikan bahwa program IJD menjadi langkah strategis pemerintah dalam memperkuat konektivitas daerah guna mendukung berbagai program prioritas nasional, terutama swasembada pangan dan energi.
“Program Inpres Jalan Daerah ini bertujuan meningkatkan kemantapan dan konektivitas jalan daerah, sehingga dapat memperlancar distribusi hasil pertanian, membuka akses menuju kawasan produksi pangan dan energi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Dody.
Baca Juga:
Jembatan Manyar Lama Gresik Diganti, Tingkatkan Keselamatan dan Konektivitas
Program ini dilaksanakan berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 11 Tahun 2025 tentang Percepatan Peningkatan Konektivitas Jalan Daerah. Melalui kebijakan tersebut, pemerintah pusat memberikan dukungan percepatan pembangunan jalan daerah yang diusulkan oleh pemerintah daerah, khususnya pada ruas strategis yang terkendala keterbatasan anggaran.
Di Bali, penanganan dilakukan pada 10 ruas jalan yang tersebar di sejumlah kabupaten, antara lain Jembrana, Tabanan, Buleleng, Badung, Klungkung, Karangasem, dan Gianyar.
Ruas-ruas tersebut menghubungkan kawasan produksi, jalur distribusi logistik, hingga destinasi pariwisata.
Adapun paket pekerjaan yang telah diselesaikan mencakup preservasi Jalan Awen–Pengambengan di Jembrana, Jalan Banda–Nyanglan di Klungkung, Jalan Pulau Menjangan di Buleleng, Jalan Petang–Gunung Kaja di Badung, serta Jalan Simpang Tegal Badung Timur–Cupel di Jembrana.
Selain itu, terdapat pula preservasi Jalan Simpang Kediri–Kapten Tendean–Batas Kediri dan Jalan Cengolo–Yeh Gangga di Tabanan, Jalan Ngurah Rai serta Jalan Selat–Pasar Agung di Karangasem, dan Jalan Wanayu–Klusu–Pejeng–Pesalakan di Gianyar.
Dengan dukungan anggaran APBN sebesar Rp93,53 miliar, program ini juga memberikan dampak sosial ekonomi melalui penyerapan tenaga kerja sekitar 1.100 orang selama masa konstruksi. Sejumlah ruas jalan yang ditangani turut mendukung akses menuju sentra pertanian, pelabuhan perikanan, serta kawasan pariwisata.
Menurut Dody, peningkatan kualitas jalan daerah di Bali tidak hanya penting bagi sektor pertanian dan logistik, tetapi juga berperan dalam memperkuat daya saing daerah sebagai destinasi wisata unggulan.
“Dengan konektivitas yang semakin baik, mobilitas masyarakat dan wisatawan menjadi lebih lancar, distribusi barang lebih efisien, dan pada akhirnya akan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan,” katanya.
Perbaikan jalan ini juga meningkatkan aksesibilitas bagi aktivitas ekonomi masyarakat. Jalan yang sebelumnya mengalami kerusakan kini menjadi lebih layak dilalui, sehingga mendukung distribusi hasil pertanian, perkebunan, hingga perikanan dari sentra produksi menuju pasar secara lebih efisien.
Selain itu, peningkatan kualitas infrastruktur jalan berkontribusi pada efisiensi waktu tempuh dan biaya logistik, sekaligus memperkuat konektivitas menuju kawasan produksi pangan dan energi. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.
Ke depan, Kementerian PU akan terus mendorong peningkatan kualitas infrastruktur jalan daerah guna memperkuat konektivitas antarwilayah dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih merata di berbagai daerah.
[Redaktur: Jupriadi]