Namun kinerja bisnis otomotif Honda belakangan menghadapi tekanan yang cukup signifikan.
Penurunan profitabilitas terjadi salah satunya akibat perubahan kebijakan tarif di Amerika Serikat yang berdampak langsung pada kendaraan bermesin bensin maupun hybrid.
Baca Juga:
Honda Digugat di Amerika Serikat Terkait Masalah Mesin Bensin Empat Silinder
Selain itu, alokasi sumber daya yang sangat besar untuk pengembangan kendaraan listrik juga dinilai turut mengurangi daya saing produk Honda di sejumlah pasar Asia.
Pada saat yang sama, lanskap industri otomotif global juga mengalami perubahan cepat.
Di pasar Amerika Serikat, pertumbuhan kendaraan listrik mulai melambat akibat pelonggaran regulasi bahan bakar fosil serta perubahan kebijakan insentif terhadap kendaraan listrik.
Baca Juga:
PT CDN Kepri Tawarkan Program Menarik untuk New Honda PCX160
Sementara itu di China, pola preferensi konsumen juga mengalami perubahan signifikan.
Jika sebelumnya konsumen lebih menilai kendaraan dari aspek perangkat keras seperti efisiensi bahan bakar, performa mesin, dan ruang kabin, kini perhatian beralih pada fitur berbasis perangkat lunak yang dapat terus diperbarui sesuai kebutuhan pengguna.
Perubahan tersebut memicu persaingan yang semakin ketat di industri otomotif global.