Perusahaan memperkirakan akan mencatat kerugian penurunan nilai atas investasi yang telah dilakukan sebelumnya.
Secara keseluruhan, Honda memproyeksikan biaya operasional tambahan sebesar 820 miliar yen hingga 1,12 triliun yen dalam laporan keuangan konsolidasi tahun fiskal berjalan.
Baca Juga:
Honda Digugat di Amerika Serikat Terkait Masalah Mesin Bensin Empat Silinder
Selain itu, kerugian dari investasi yang dicatat menggunakan metode ekuitas diperkirakan berada pada kisaran 110 miliar yen hingga 150 miliar yen.
Dalam laporan keuangan non-konsolidasi untuk tahun fiskal yang sama, Honda juga memperkirakan akan mencatat kerugian khusus sebesar 340 miliar yen hingga 570 miliar yen.
Angka-angka tersebut masih berupa estimasi awal yang dihitung per 12 Maret 2026.
Baca Juga:
PT CDN Kepri Tawarkan Program Menarik untuk New Honda PCX160
Perusahaan menyatakan bahwa angka final baru akan ditetapkan dalam laporan keuangan tahun fiskal yang berakhir pada 31 Maret 2026.
Honda juga tidak menutup kemungkinan adanya biaya tambahan pada tahun fiskal berikutnya seiring proses peninjauan ulang strategi elektrifikasi yang masih berlangsung.
Jika seluruh potensi kerugian tersebut digabungkan, total kerugian yang mungkin dialami Honda diperkirakan dapat mencapai hingga 2,5 triliun yen.