Dalam waktu dekat, tepatnya Kamis (6/2/2026), Bandara Kertajati akan kembali melayani penerbangan umrah reguler.
Memasuki Maret 2026, manajemen bandara menargetkan penambahan rute domestik baru guna mendongkrak jumlah penumpang.
Baca Juga:
Antar Logistik ke Lokasi Bencana Aceh, TNI AU Kerahkan Pesawat A400M
Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Jawa Barat menyusun naskah kebijakan atau policy brief sebagai dasar peningkatan jumlah penumpang secara berkelanjutan.
Program tersebut melibatkan sinergi antara PT BIJB (Perseroda), Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Badan Riset dan Inovasi Nasional, serta dukungan kebijakan dari Kementerian Perhubungan dan Kementerian Agama.
Sejalan dengan itu, pemulihan rute domestik juga didorong melalui kebijakan Multi Airport System dengan mengusulkan pengalihan sebagian slot penerbangan dari Bandara Soekarno-Hatta ke Kertajati untuk menjamin volume penumpang.
Baca Juga:
Investor Global Masuk Kertajati, MARTABAT Prabowo-Gibran Dorong BUMN Turut Percepat Ekonomi Rebana
Dalam penyelesaian utang, restrukturisasi keuangan dilakukan melalui konversi utang menjadi modal serta upaya mengundang mitra strategis dengan proyeksi modal dasar hingga Rp10 triliun.
Sebagaimana disampaikan Gubernur Jawa Barat Dedy Mulyadi, salah satu opsi yang ditempuh adalah skema tukar guling aset dengan pemerintah pusat.
Pada sisi pengembangan kawasan, Pemprov Jabar berencana membangun fasilitas MRO seluas 84,2 hektare di kawasan Aerospace Park.