WAHANANEWS.CO, Jakarta - Dusun Pangajiang di Desa Parigi, Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa, siang itu terasa berbeda. Di tengah udara pegunungan yang sejuk dan sederhana, senyum haru terpancar dari wajah seorang ibu bernama Daeng Kanang.
Bertahun-tahun lamanya, perempuan paruh baya itu hidup dalam keterbatasan bersama anaknya setelah sang suami lebih dulu berpulang. Di rumah kecilnya yang jauh dari kemewahan, listrik bukanlah sesuatu yang benar-benar ia miliki. Untuk sekadar menyalakan lampu di malam hari, Ibu Daeng Kanang harus menumpang aliran listrik dari tetangganya.
Baca Juga:
Dalam Rangka Memperingati Hari Keanekaragaman Hayati, PLN UIP Sulawesi Gelar Gerakan Biopori dan Komposter di Lingkungan Kantor
Bukan karena tidak ingin mandiri, tetapi keadaan ekonomi membuatnya harus mengalah. Penghasilan dari menjual ternak unggas yang tidak menentu hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Namun pada momentum Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, harapan itu akhirnya datang.
Melalui Program Light Up The Dream (LUTD), PLN UIP Sulawesi menghadirkan sambungan listrik gratis sekaligus bantuan santunan berupa sembako kepada masyarakat prasejahtera, termasuk Ibu Daeng Kanang.
Baca Juga:
PLN UIP Sulawesi Gandeng DJK KESDM Percepat Penyelesaian RoW Lewat Aplikasi Trabas Gatrik
Seremoni penyalaan listrik secara simbolis tersebut dilaksanakan pada Sabtu, 23 Mei 2026 di Dusun Pangajiang, Desa Parigi, Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa.
General Manager PLN UIP Sulawesi, I Gusti Made Aditya San Adinatha mengatakan bahwa program Light Up The Dream merupakan wujud nyata kepedulian sosial insan PLN kepada masyarakat yang membutuhkan akses listrik.
“Program ini lahir dari donasi dan gotong royong pegawai PLN. Kami ingin memastikan bahwa listrik tidak hanya hadir sebagai infrastruktur, tetapi juga sebagai harapan baru bagi masyarakat untuk hidup lebih baik,” ujarnya.