“Model seperti ini banyak diterapkan oleh negara-negara maju karena memungkinkan perusahaan memiliki spesialisasi yang lebih kuat, efisiensi operasional yang lebih baik, dan kemampuan ekspansi yang lebih besar,” katanya.
Tohom yang juga Ketua Umum Aglomerasi Watch ini mengatakan restrukturisasi yang sedang dijalankan Danantara menunjukkan keseriusan pemerintah dalam membangun ekosistem ekonomi nasional yang lebih modern dan terintegrasi.
Baca Juga:
Tersinggung Saat Beli Rokok, Pemuda di Pematangsiantar Tega Dorong Penjaga Warung Hingga Tewas
“Di era persaingan global saat ini, ukuran perusahaan bukan lagi sekadar jumlah entitas yang dimiliki, tetapi seberapa efektif perusahaan tersebut menciptakan nilai tambah, meningkatkan produktivitas, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia melihat konsolidasi sektor asuransi BUMN dapat menjadi contoh bagi sektor-sektor lain dalam menciptakan organisasi yang lebih ramping, adaptif, dan mampu menjawab tantangan ekonomi masa depan.
MARTABAT Prabowo-Gibran berharap transformasi yang dijalankan Danantara mampu menghasilkan perusahaan asuransi nasional yang tidak hanya menjadi pemimpin di pasar domestik, tetapi juga berkembang menjadi pemain penting di kawasan Asia Tenggara.
Baca Juga:
Viral Ibu Hamil Ditendang Preman Bersenjata di Medan, Pengakuan Korban Bikin Merinding
“Langkah ini bukan hanya soal restrukturisasi perusahaan, tetapi bagian dari upaya membangun fondasi ekonomi Indonesia yang lebih kuat, efisien, dan berkelanjutan untuk mendukung visi Indonesia Emas 2045,” tutup Tohom.
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.