WahanaNews.co | Pemerintah terus meningkatkan pasar dan bisa mendorong peningkatan produksi komoditi kopi bahkan hingga ke mancanegara.
Komoditi kopi dari Provinsi Sumatera Barat misalnya akan dipasarkan ke Kawasan negara Skandinavia.
Baca Juga:
Utusan Khusus Rusia Kirill Dmitriev Umumkan Pembicaraan dengan Perwakilan Pemerintahan Trump
"Kopi dari Solok Selatan sudah dikirim ke Australia. Kemudian pada Februari 2023, kami diundang ke Norwegia dan kopi salah satu komoditi yang akan dibawa ke sana untuk meningkatkan pemasaran," kata Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah, Minggu (23/10/2022).
Dengan kolaborasi yang bagus antara pemerintah daerah, pusat dan BSI akan memberikan hasil maksimal kepada petani.
Dia berharap, apa yang sudah dilakukan oleh BSI bisa di ikuti oleh pengusaha atau Bank lainnya sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan petani.
Baca Juga:
Laba Bersih 2024 Moncer Rp378,8 Miliar, SeaBank Untung Terus Tiga Tahun Berturut-turut!
Dia menyebutkan, pada 2021 nilai tukar petani di Sumbar meningkat 7,9 poin dibandingkan 2020 dan berharap 2022 lebih baik lagi sehingga kesejahteraan petani meningkat.
Paling tinggi nilai tukar petani yaitu sektor perkebunan yaitu 300 persen karena sekarang ada fokus pengembangan madu galo-galo dan kualitasnya salah satu yang terbaik di dunia.
"Sesungguhnya inflasi tertinggi di Sumbar tetapi bagi masyarakat tidak terasa karena pertumbuhan ekonomi Sumbar di atas lima persen," ujarnya.