WAHANANEWS.CO, Jakarta – Berdasarkan keterangan resmi Kementerian Keuangan Malaysia yang dikutip dari The Star, harga solar di wilayah Semenanjung mengalami kenaikan sebesar 80 sen. Dengan perubahan tersebut, harga jualnya kini menjadi RM5,52 per liter atau setara dengan Rp23.607 per liter jika dihitung dengan kurs saat ini.
Pemerintah Malaysia telah menetapkan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) yang berlaku untuk periode 26 Maret hingga 1 April 2026. Kebijakan kenaikan harga ini menyasar jenis BBM non-subsidi, yaitu RON 97 dan RON 95, serta bahan bakar solar di wilayah Semenanjung.
Baca Juga:
Skema WFH Sudah Diputuskan, Mendagri Sebut Bakal Diumumkan Menko Perekonomian
Di sisi lain, harga solar di wilayah Sabah, Sarawak, dan Labuan dilaporkan tidak mengalami perubahan. Di ketiga wilayah tersebut, harga bahan bakar solar tetap stabil di level RM2,15 per liter atau sekitar Rp9.194 per liter.
Untuk jenis bensin, harga RON 97 melonjak 60 sen menjadi RM5,15 per liter atau Rp22.023 per liter. Adapun RON 95 juga mengalami kenaikan sebesar 60 sen menjadi RM3,87 per liter atau Rp16.549 per liter dalam periode yang sama.
Meski begitu, pemerintah Malaysia memastikan harga BBM bersubsidi yakni RON 95 dalam program Budi95 tetap dipertahankan di level RM1,99 per liter atau Rp8.509 per liter guna menjaga daya beli masyarakat.
Baca Juga:
BBM RI Masih Aman Saat Dunia Bergejolak, Negara Tetangga Sudah Naik
Kementerian Keuangan menegaskan pemerintah akan terus meninjau dan menyesuaikan harga eceran RON 97, RON 95, dan diesel sesuai dengan perkembangan terkini di pasar minyak global, sambil tetap menjadikan stabilitas harga sebagai prioritas utama.
"Pemerintah juga akan terus memantau tren harga minyak mentah global secara cermat dan mengambil langkah-langkah yang tepat untuk memastikan kesejahteraan dan kesehatan masyarakat tetap terjaga," demikian pernyataan tersebut.
Seperti diketahui, sejumlah negara di kawasan Asia Tenggara (Asean) mulai mengerek harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Hal tersebut tak terlepas dari konflik geopolitik di Timur Tengah, khususnya perang yang melibatkan Iran-Irsrael dan Amerika Serikat sejak akhir Februari 2026 lalu.