Para peserta tersebut sebelumnya telah melalui proses kurasi ketat yang dilakukan Laboratorium Kopi 5758 dari total 189 calon peserta.
Paviliun Indonesia secara resmi dibuka oleh Duta Besar RI untuk Kerajaan Thailand, Hari Prabowo. Dalam sambutannya, Hari menyoroti besarnya potensi pasar kopi di Thailand yang terus berkembang dalam beberapa tahun terakhir.
Baca Juga:
Indonesia Catat Potensi Transaksi Rp 593,3 Miliar di World of Coffee 2026 Amerika Serikat
Menurut dia, konsumsi kopi masyarakat Thailand meningkat hampir dua kali lipat dalam dua tahun terakhir, dari sekitar 180 cangkir menjadi 340 cangkir per kapita per tahun. Sementara itu, produksi kopi domestik Thailand yang hanya sekitar 15.600 ton per tahun masih jauh di bawah kebutuhan nasional yang mencapai lebih dari 90.000 ton per tahun.
“Kondisi tersebut menjadikan Thailand sebagai pasar yang sangat prospektif bagi kopi Indonesia untuk memperluas penetrasi ekspor dan memperkuat posisinya di kawasan Asia Tenggara,” kata Hari.
Salah satu peserta pameran, pemilik Bali Arabica, I Komang Sukarsana, menilai keikutsertaan dalam World of Coffee Bangkok menjadi kesempatan strategis untuk memperluas jaringan bisnis sekaligus memahami tren industri kopi global secara langsung.
Baca Juga:
Produk Beauty dan Wellness Indonesia Raup Potensi Transaksi Rp 106 Miliar di Beauty Istanbul 2026
Ia mengatakan dukungan berbagai pihak, termasuk Bank Indonesia, membantu pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) terhubung dengan berbagai pemangku kepentingan dalam rantai pasok kopi, mulai dari petani hingga pelaku usaha pengolahan dan roastery.
“Melalui World of Coffee yang didukung Bank Indonesia, kami bisa terkoneksi langsung dengan petani maupun para roastery sehingga mata rantai bisnis menjadi lebih pendek dan efisien. Selain itu, kami juga dapat melihat perkembangan serta tren proses pengolahan kopi yang berpotensi diminati pasar pada masa depan,” ujar Komang.
Saat ini, produk Bali Arabica telah dipasarkan ke sejumlah negara, antara lain Kuwait, Korea Selatan, Jepang, dan Amerika Serikat. Komang berharap pameran internasional seperti World of Coffee dapat semakin memperkenalkan kopi Indonesia ke pasar global.