WahanaNews.co, Jakarta - Menteri Perdagangan Budi Santoso menegaskan pentingnya komunikasi bisnis antarpelaku usaha dalam aktivitas business-to-business (B2B) guna mendorong perdagangan dan investasi. Menurutnya, komunikasi yang efektif antarpelaku usaha akan memperkuat kerja sama ekonomi lintas negara serta mendukung peningkatan ekspor nasional.
Hal tersebut disampaikan Mendag Budi Santoso saat meresmikan Kantor Pusat Asian Trade, Tourism, and Economics Council (ATTEC) di Jakarta, Senin (19/1). Ia mengapresiasi kehadiran ATTEC sebagai forum kolaborasi yang dapat menjadi penghubung strategis bagi pelaku usaha Indonesia dengan mitra di negara-negara Asia.
Baca Juga:
Mendag Busan Ajak Mahasiswa Manfaatkan Program Kemendag untuk Jadi Eksportir
“Komunikasi bisnis antarpelaku usaha sangat mendukung keberhasilan komunikasi antarpemerintah. ATTEC hadir sebagai wadah yang mempermudah pelaku usaha untuk langsung menemukan mitra, baik untuk ekspor maupun investasi,” ujar Budi Santoso.
Mendag menilai, keberadaan ATTEC dapat menjadi platform praktis untuk mempertemukan pelaku usaha, memperlancar arus investasi, serta mempercepat realisasi ekspor, khususnya antara Indonesia dan negara-negara di kawasan Asia.
Ia berharap Kantor ATTEC di Jakarta dapat dimanfaatkan sebagai lokasi strategis penyelenggaraan business matching secara berkelanjutan.
Baca Juga:
Mendag Busan dan Menteri PPPA Resmikan Fasilitas Taman Asuh Ramah Anak (TARA) "Little Star Club"
Dalam kesempatan tersebut, Mendag Budi Santoso juga menyoroti persepsi investor asing terhadap Indonesia yang masih kerap dipengaruhi oleh kurangnya pemahaman dan komunikasi yang belum optimal. Padahal, ia menegaskan bahwa kegiatan usaha dan investasi di Indonesia relatif mudah dilakukan dari sisi regulasi.
“Kami harap kehadiran wadah seperti ATTEC dapat menjadi sarana untuk memberikan informasi yang jelas kepada para investor, sekaligus mempermudah pelaku usaha memahami mekanisme investasi di Indonesia,” tambahnya.
Peresmian Kantor Pusat ATTEC turut dihadiri Ketua Umum ATTEC Budihardjo Iduansjah, President ASEAN-Korea Business Centre Moon Ki Bong, Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Hendry Panjaitan, serta Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah Provinsi DKI Jakarta Elisabeth Ratu Rante Allo.
Mendag Budi Santoso juga didampingi Sekretaris Jenderal Kementerian Perdagangan Isy Karim, Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Fajarini Puntodewi, serta Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Iqbal S. Shofwan.
Sementara itu, Ketua Umum ATTEC Budihardjo Iduansjah mengungkapkan bahwa keterbatasan pemahaman terhadap regulasi, bahasa, dan prosedur perizinan masih menjadi tantangan utama bagi investor asing yang ingin berusaha di Indonesia. Untuk itu, ATTEC hadir sebagai wadah pendampingan yang menjembatani komunikasi antara pelaku usaha asing, asosiasi, dan pemerintah.
Melalui ATTEC, pelaku usaha akan difasilitasi dalam proses legalitas dan perizinan agar kegiatan investasi dan perdagangan dapat berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Melalui ATTEC, Indonesia akan membawa dan memperjuangkan kepentingan nasional terbaik di kawasan Asia. Indonesia Emas 2045 menjadi momentum strategis sekaligus peluang besar bagi mitra internasional untuk berinvestasi dan berkolaborasi dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Budihardjo.
[Redaktur: Alpredo]