WahanaNews.co, Cebu - Menteri Perdagangan RI Budi Santoso bertolak ke Cebu, Filipina, Rabu (6/5/2026), untuk menghadiri rangkaian pertemuan dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-48 ASEAN yang berlangsung pada 7–8 Mei 2026. Dalam agenda tersebut, Menteri Perdagangan yang akrab disapa Mendag Busan dijadwalkan menghadiri Pertemuan Gabungan Para Menteri Luar Negeri dan Para Menteri Ekonomi ASEAN (Joint ASEAN Foreign and Economic Ministers’ Meeting/AMM-AEM Meeting) serta sejumlah pertemuan strategis lainnya.
Mendag Busan mengatakan, KTT ke-48 ASEAN menjadi forum penting bagi negara-negara anggota ASEAN untuk memperkuat kerja sama kawasan di tengah dinamika global yang semakin kompleks. Menurut dia, forum tersebut juga menjadi momentum untuk mempererat integrasi ekonomi kawasan yang inklusif dan berkelanjutan.
Baca Juga:
Mendag Dorong Sinergi dengan Kadin Perkuat Perdagangan Nasional di Tengah Tantangan Global
“Kehadiran Indonesia dalam rangkaian KTT ke-48 ASEAN merupakan bentuk komitmen untuk memperkuat kerja sama ekonomi regional yang tangguh dan adaptif. Indonesia ingin memastikan ASEAN tetap menjadi motor pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, serta mampu merespons berbagai tantangan global bersama-sama,” ujar Mendag Busan dalam keterangan resmi.
Partisipasi Indonesia dalam KTT tersebut sejalan dengan tema Keketuaan ASEAN 2026 yang diusung Filipina, yakni “Navigating Our Future, Together”. Berbagai isu strategis dijadwalkan menjadi pembahasan utama, mulai dari perkembangan global yang berdampak terhadap kawasan hingga upaya memperkuat ketahanan energi dan koordinasi menghadapi dinamika geopolitik.
Selain itu, negara-negara ASEAN juga akan membahas penguatan kerja sama ekonomi guna meningkatkan ketahanan kawasan dan memperkuat respons bersama terhadap berbagai potensi krisis global.
Baca Juga:
Makin Perkuat Struktur Perdagangan, Kemendag Dukung Implementasi KBLI 2025
Dalam konteks tersebut, Indonesia menyatakan dukungannya terhadap berbagai inisiatif ketahanan energi dan pangan, termasuk penguatan rantai pasok kawasan untuk energi, pangan, dan barang-barang esensial.
Pemerintah Indonesia juga menekankan pentingnya dukungan terhadap usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui optimalisasi mekanisme kerja sama internal maupun eksternal ASEAN.
“Kami berharap, KTT ke-48 ASEAN menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antarnegara anggota dalam menjaga stabilitas kawasan serta mendorong kerja sama yang semakin erat dan responsif terhadap dinamika global,” kata Mendag Busan.
Selain menghadiri pertemuan gabungan para menteri perdagangan dan menteri luar negeri ASEAN, Mendag Busan juga dijadwalkan mendampingi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto dalam “27th ASEAN Economic Community Council Meeting”.
Di sela agenda KTT, Mendag Busan turut menghadiri Forum Bisnis Indonesia-Filipina yang diinisiasi Atase Perdagangan RI di Manila. Forum tersebut bertujuan menjajaki peluang kerja sama business to business (B2B) antara pelaku usaha Indonesia dan Filipina sekaligus memperkuat integrasi ekonomi melalui peningkatan perdagangan intrakawasan ASEAN.
[Redaktur: Jupriadi]