WahanaNews.co, Jakarta - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mendorong industri padat karya yang berorientasi ekspor untuk semakin memanfaatkan berbagai perjanjian dagang yang telah dimiliki Indonesia guna memperluas akses pasar internasional.
Hal tersebut disampaikan Budi Santoso saat menerima perwakilan Seiko Epson Corporation dan PT Indonesia Epson Industry di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Selasa (14/7). Delegasi Epson dipimpin Chief Operating Officer, Printer Office & Home Solutions Operations Division Seiko Epson Corporation, Yamada Yoichi.
Baca Juga:
Kemendag Gandeng Metro Department Store, 11 UMKM Fesyen Lokal Resmi Masuk Ritel Modern
Menurut Budi, pemerintah terus memperkuat sinergi dengan pelaku industri agar peluang yang tercipta dari berbagai perjanjian perdagangan internasional dapat dimanfaatkan secara optimal. Upaya tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya saing produk manufaktur nasional sekaligus mendorong pertumbuhan ekspor.
"Indonesia memiliki berbagai perjanjian dagang yang dapat dimanfaatkan oleh produk-produk Indonesia, termasuk produk Epson. Pemerintah terus memperjuangkan agar produk manufaktur padat karya memperoleh tarif yang lebih kompetitif di negara tujuan ekspor," ujar Budi usai pertemuan.
Ia menjelaskan, saat ini Indonesia telah mengimplementasikan 20 perjanjian dagang, sementara 15 perjanjian masih dalam proses ratifikasi dan 11 lainnya berada pada tahap negosiasi. Menurutnya, semakin banyak perjanjian dagang yang dimiliki Indonesia akan membuka peluang pasar yang lebih luas bagi produk nasional.
Baca Juga:
Mendag Busan Lantik Inspektur Jenderal Kemendag, Dorong Peran Pengawasan dalam Mendukung Program Prioritas
Karena itu, Budi berharap PT Indonesia Epson Industry dapat meningkatkan volume ekspornya dengan memanfaatkan fasilitas yang tersedia dalam berbagai perjanjian tersebut.
Selain itu, Budi menyambut positif rencana Epson untuk memperluas pasar ekspor ke kawasan Afrika dan Timur Tengah. Langkah tersebut dinilai sejalan dengan strategi pemerintah yang terus mendorong diversifikasi pasar ekspor ke negara-negara nontradisional.
Untuk mendukung upaya tersebut, Kementerian Perdagangan mengandalkan jaringan perwakilan perdagangan Indonesia di 33 negara, termasuk Atase Perdagangan dan Indonesia Trade Promotion Center (ITPC), yang siap membantu eksportir menghadapi berbagai kendala di pasar tujuan.