WahanaNews.co, Gresik - Menteri Perdagangan Budi Santoso meresmikan Pasar Tematik Industri Sidayu di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Jumat (10/4/2026). Pasar yang dibangun menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) Kementerian Perdagangan Tahun 2025 senilai Rp25,8 miliar ini kini hadir dengan wajah baru yang lebih tertata, nyaman, dan terintegrasi dengan ekosistem industri daerah.
Dalam sambutannya, Budi Santoso menegaskan pentingnya revitalisasi pasar rakyat sebagai upaya menciptakan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat. Ia menyebut, transformasi pasar tradisional menjadi pusat ekonomi modern merupakan salah satu fokus pemerintah.
Baca Juga:
Pantau Harga Pascalebaran, Mendag Pastikan Stok Bapok Aman dan Terkendali
“Kami mendukung penuh revitalisasi pasar rakyat, seperti di Pasar Sidayu, untuk menghadirkan kenyamanan bagi pedagang dan konsumen. Pasar Tematik Industri Sidayu ini juga unik karena memiliki bangunan cagar budaya di dalamnya, sehingga berpotensi menjadi pasar wisata,” ujar Budi.
Ia pun mengajak seluruh pihak untuk menjaga dan mengelola pasar tersebut agar dapat berkembang menjadi destinasi wisata yang menarik lebih banyak pengunjung. Pasar Tematik Industri Sidayu dirancang mampu menampung hingga 538 pedagang.
Selain memiliki struktur bangunan yang kokoh, pasar ini juga dilengkapi berbagai fasilitas modern, seperti kamera pengawas (CCTV), musala, toilet, pos keamanan dan kesehatan, pos ukur ulang, hingga Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R).
Baca Juga:
Indonesia Siap Perjuangkan Kepentingan Nasional di KTM ke-14 WTO
Dengan fasilitas yang semakin lengkap, pasar ini tidak hanya berfungsi sebagai pusat perdagangan, tetapi juga menjadi ruang publik yang representatif bagi masyarakat.
Revitalisasi ini sekaligus menjadi titik kebangkitan bagi para pedagang setelah kebakaran yang melanda pasar tersebut pada 2022. Proses pembangunan kembali dilakukan dengan tetap mempertahankan nilai historis bangunan lama, sekaligus menyesuaikannya dengan kebutuhan perdagangan modern yang berkelanjutan.
Dalam kesempatan tersebut, Budi juga menekankan pentingnya adaptasi digital bagi pedagang pasar rakyat. Ia mendorong pelaku usaha untuk mulai memanfaatkan platform daring guna memperluas jangkauan pasar.
“Kami mendorong para pedagang untuk mulai berjualan secara online. Program ini sudah diterapkan di beberapa pasar dan terbukti mampu menjaga tingkat transaksi tetap tinggi,” jelasnya.
Salah satu pedagang, Rohana, mengaku senang dengan kondisi pasar yang kini lebih baik. Ia berharap perubahan ini dapat berdampak pada peningkatan penjualan.
“Sekarang lebih bagus dan nyaman. Saya harap penjualan juga semakin ramai. Kami juga bersyukur tidak dipungut biaya untuk menempati kios,” ujarnya.
Hal serupa disampaikan Ifa, pengunjung yang baru pertama kali datang ke Pasar Sidayu. Ia mengapresiasi fasilitas yang dinilai memudahkan pengunjung.
“Sebagai pendatang, saya sangat terbantu dengan adanya papan petunjuk. Semoga pasar ini semakin ramai, berkembang, dan kebersihannya tetap terjaga,” katanya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif, serta Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Iqbal S. Shofwan.
Bupati Fandi menyampaikan harapannya agar Pasar Sidayu tidak hanya berfungsi sebagai pusat ekonomi, tetapi juga menjadi destinasi wisata unggulan di daerah.
“Kami mendesain pasar ini agar tidak hanya menjadi pusat perekonomian, tetapi juga sebagai destinasi wisata yang dapat menarik lebih banyak pengunjung,” ujarnya.
[Redaktur: Jupriadi]