Ia menegaskan bahwa hambatan-hambatan yang mengganggu iklim bisnis akan ditangani secara bertahap agar dunia usaha dapat bergerak lebih leluasa.
"Hal-hal yang menghambat bisnis para pelaku usaha di sini," katanya.
Baca Juga:
Rp225 Triliun Digelontorkan Danantara untuk 26 Proyek, Sektornya Masih Dirahasiakan
Menurut Purbaya, perbaikan iklim investasi memang tidak bisa terjadi secara instan, namun konsistensi arah kebijakan diyakini akan memberi dampak positif dalam jangka menengah.
"Saya yakin kalau itu dijalankan dengan konsisten, iklim investasi akan bergerak semakin baik," ujarnya.
Ia menambahkan bahwa perubahan drastis bukan sesuatu yang realistis, namun tren perbaikan seharusnya terus menguat dari waktu ke waktu.
Baca Juga:
DPR RI dan Parlemen Korea Selatan Bahas Perdagangan hingga Perlindungan Pekerja Migran
"Saya mau bilang, drastis perubahan kan enggak mungkin, jadi seharusnya semakin baik," kata Purbaya.
Seiring dengan perbaikan iklim usaha tersebut, Purbaya optimistis target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 6 persen pada 2026 dapat tercapai.
"Tahun 2026, harusnya pertumbuhan 6 persen seperti yang saya bilang sebelum-sebelumnya tidak terlalu sulit tercapai," ujarnya.