Selain itu, Dody mengapresiasi komitmen penyedia jasa lokal yang tetap bekerja maksimal untuk memenuhi target pembangunan. Ia menegaskan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat merupakan program strategis yang ditujukan untuk meningkatkan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera.
“Yang Bapak kerjakan ini mulia. Ini sekolah untuk adik-adik kita yang berada di garis prasejahtera. Jadi saya minta komitmen ini terus dijaga,” ujarnya kepada penyedia jasa.
Sekolah Rakyat Provinsi NTB dibangun di atas lahan seluas 6,71 hektare dengan total luas bangunan mencapai 28.445,78 meter persegi. Fasilitas yang dibangun meliputi gedung SD, SMP, SMA, asrama siswa dan guru, masjid, kantin, gedung serbaguna, lapangan olahraga, serta berbagai fasilitas penunjang lainnya.
Baca Juga:
Kementerian PU Catat Kemajuan Signifikan Program Prioritas Presiden hingga Mei 2026
Pembangunan proyek dengan nilai kontrak Rp 241,97 miliar yang bersumber dari APBN tersebut terus dipercepat melalui penambahan alat berat, peningkatan jumlah tenaga kerja, penerapan sistem kerja dua hingga tiga shift, percepatan pengadaan material, serta optimalisasi metode konstruksi.
Kementerian PU menargetkan pembangunan Sekolah Rakyat NTB dapat segera difungsikan sehingga mampu mendukung peningkatan akses pendidikan yang berkualitas bagi masyarakat, khususnya anak-anak dari keluarga kurang mampu.
[Redaktur: Jupriadi]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.