WahanaNews.co, Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) melanjutkan rangkaian Ministerial Lecture hari kedua, Rabu (27/8), dengan fokus pada penguatan integritas dan kepemimpinan strategis. Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), sebagai bekal penting bagi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kemenperin untuk mengemban tugas di sektor industri.
“Dalam rangka memperkuat karakter dan wawasan pegawai, kami mengundang narasumber dari KPK untuk memberikan pembekalan terkait integritas dan pencegahan korupsi, serta dari Lemhannas untuk menyampaikan materi mengenai kepemimpinan strategis dan ketahanan nasional,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (27/8).
Baca Juga:
Kemenperin Ungkap Jawa Timur Sumbang 9,7% Penjualan Otomotif
Pada Ministerial Lecture hari pertama, dalam arahannya, Menperin menekankan peran penting CPNS Kemenperin sebagai generasi penerus pembangunan industri nasional. “Sebagai CPNS, Anda berada pada titik awal karier yang memiliki potensi memberikan dampak bagi jutaan orang. Pekerjaan Anda di tahun-tahun mendatang akan ikut menentukan apakah Indonesia berhasil menjadi negara industri yang maju dan berdaulat, atau tetap terjebak sebagai negara berpendapatan menengah. Oleh karena itu, jangan sia-siakan kesempatan ini. Bekerjalah dengan pikiran yang penuh pengetahuan, hati yang penuh integritas, dan semangat untuk tetap mencintai Indonesia,” ungkapnya.
Sejalan dengan penekanan tersebut, pembekalan dari KPK menyoroti bahwa kualitas eksekusi kebijakan harus dibangun di atas fondasi integritas yang kuat. Wakil Ketua KPK, Ibnu Basuki Widodo, menekankan pentingnya integritas dalam tata kelola pemerintahan maupun pembangunan industri.
“Integritas adalah fondasi kepercayaan publik. Tanpa integritas, kebijakan apa pun tidak akan berjalan efektif dan justru menimbulkan masalah baru. Pimpinan harus menjadi teladan, menolak penyalahgunaan wewenang, serta siap diawasi secara transparan,” ujar Ibnu.
Baca Juga:
KIPK Jadi Motor Baru Peningkatan Produktivitas dan Lapangan Kerja Nasional
Ibnu juga menekankan pentingnya pendidikan antikorupsi bagi ASN sejak dini. “Pendidikan antikorupsi pada dasarnya membentuk mentalitas dan moralitas ASN agar menjunjung tinggi kejujuran. Integritas bukan hanya soal kewibawaan, tetapi tentang satunya kata dengan perbuatan. Dengan kejujuran, meskipun ada kesempatan dan minim pengawasan, seseorang tidak akan melakukan korupsi. Karena itu, CPNS Kemenperin harus menanamkan sikap anti-gratifikasi dan bebas dari konflik kepentingan sejak awal karier,” ujarnya.
Sementara itu, sesi dari Lemhannas menyoroti pentingnya kepemimpinan strategis. Gubernur Lemhannas, TB Ace Hasan Syadzily, menekankan bahwa pengabdian sebagai ASN harus dilandasi nilai kebangsaan dan integritas.
“Menjadi CPNS berarti mewakafkan diri untuk bangsa dan negara. Pilihan ini menuntut kesiapan untuk berkorban, bekerja secara profesional, dan menjadikan nilai-nilai kebangsaan sebagai fondasi dalam setiap langkah pengabdian. Negara membutuhkan ASN yang tangguh dan berintegritas untuk mewujudkan industrialisasi sebagai tonggak kemajuan Indonesia,” tegas Ace.
Ia juga menyoroti pentingnya pemahaman terhadap tantangan geopolitik global. “Indonesia memiliki kekayaan sumber daya alam yang luar biasa, tetapi tantangan geopolitik global menuntut kita mampu mengelolanya dengan bijak. Pertarungan di masa depan akan banyak ditentukan oleh pangan, energi, mineral, dan air. Karena itu, CPNS Kemenperin harus memahami bahwa industri bukan sekadar sektor ekonomi, melainkan juga pilar ketahanan nasional,” jelasnya. Demikian dilansir dari laman kemenperingoid, Jumat (29/8).
[Redaktur: JP Sianturi]