Jika menggunakan bedengan, maka perlu dibuat rumah semai dengan ukuran sekitar 10 x 8 meter untuk menyemai sekitar 1 ton bibit.
Dalam rumah semai dibuat bedengan dari jerami, lalu susun rimpang bibit diatasnya kemudian tutup lagi dengan jerami begitu seterusnya hingga bagian paling atas adalah jerami.
Baca Juga:
10 Manfaat Teh Jahe Plus Serai untuk Kesehatan
Tahap selanjutnya adalah melakukan penanaman bibit jahe gajah. Menanam bibit jahe ke dalam tanah tidaklah sembarangan, harus dilakukan dengan benar agar jahe bisa tumbuh dengan optimal.
Cara menanamnya adalah letakkan jahe yang terdapat mata tunas menghadap ke atas. Selanjutnya, timbun bibit tersebut, namun jangan sampai mata tunas ikut tertimbun.
4. Perawatan tanaman
Baca Juga:
Tips Mudah Menanam Jahe di Lahan Sempit
Perawatan tanaman jahe gajah diawali dengan penyulaman atau penggantian rimpang yang mati atau rusak dengan tanaman atau rimpang baru pada saat dua sampai tiga minggu setelah penanaman.
Lalu, dilakukan proses penyiangan pada gulma atau tanaman pengganggu yang tumbuh di sekitar tanaman jahe gajah.
Penyiangan pertama dapat dilakukan saat tanaman berumur sekitar dua sampai empat minggu, penyiangan berikutnya dilakukan sebanyak sekali dalam waktu tiga sampai enam minggu, tergantung jumlah gulma yang ada.