Ditanya soal kemungkinan transfer teknologi dengan industri nasional, Michael mengatakan ada jumlah minimal.
Kepala Departemen Pesawat Militer Airbus Defence and Space, Jean, menambahkan, pihaknya belum tahu kapan realisasi dari rencana pembelian empat pesawat berikutnya.
Baca Juga:
Menhan Serahkan 700 Maung MV3 untuk Kendaraan Operasional TNI dan Polri
Namun, ia mengatakan, ada keinginan untuk memperkuat armada kedirgantaraan TNI AU.
Sehingga diharapkan tidak ada selang waktu yang terlalu lama antara dua pesawat yang sudah ditandatangani kontraknya dan empat yang masih dalam tahap penandatanganan letter of intent.
Di Dubai, Menhan Prabowo Subianto mengatakan, pesawat A400M akan memainkan peran kunci dalam misi utama lainnya termasuk terjun payung dan transportasi kargo berat.
Baca Juga:
Menkeu dan Menhan Perkuat Koordinasi Penguatan Sektor Pertahanan Bangsa
”Selain kemampuan taktis dan udara ke udara, A400M akan menjadi aset nasional dan berperan penting untuk misi Bantuan Manusia dan Tanggap Bencana,” tuturnya.
Alman Helvas Ali, konsultan di Semar Sentinel Indonesia, mengatakan, transfer teknologi memang membutuhkan pembelian dalam jumlah besar.
Ia memperkirakan, dibutuhkan sekitar 15 pesawat A400M agar ada skala ekonomi yang mencukupi sehingga Airbus bersedia memberikan transfer teknologi.