Sementara itu, terkait harga telur ayam ras yang sedang mengalami tekanan di tingkat peternak, Kementerian Perdagangan telah berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional guna meningkatkan penyerapan telur melalui program pemenuhan gizi.
“Kami telah mengecek sejumlah daerah, termasuk Blitar, dan mendapati harga telur sedang turun. Karena itu kami berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional agar Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi dapat menyerap lebih banyak telur. Harapannya harga dapat kembali mendekati Harga Acuan sehingga peternak memperoleh harga yang lebih baik,” ujar Budi.
Baca Juga:
Tingkatkan Profesionalisme, Polda Jambi Gelar Rakernis Gabungan Bidkum dan Bidhumas TA 2026
Berdasarkan data aplikasi Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kementerian Perdagangan per 4 Juni 2026, Harga Nasional Tertimbang (HNT) telur ayam ras di tingkat konsumen tercatat sebesar Rp 27.916 per kilogram. Angka tersebut masih berada di bawah Harga Acuan (HA) yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp 30.000 per kilogram.
Rakortas Tingkat Menteri Bidang Pangan tersebut dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan. Rapat juga dihadiri Kepala Badan Pengelola Investasi BUMN, Dony Oskaria, Wakil Direktur Utama Perum BULOG, Marga Taufiq, serta perwakilan kementerian dan lembaga terkait di bidang pangan.
[Redaktur: Jupriadi]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.