WAHANANEWS.CO, Jakarta - Kapal Pertamina Gamsunoro milik PT Pertamina International Shipping akhirnya berhasil melewati Selat Hormuz di tengah ketidakpastian geopolitik yang membayangi salah satu jalur energi paling strategis dunia.
Keberhasilan itu disampaikan Pjs. Corporate Secretary Pertamina International Shipping Vega Pita dalam bincang media di Jakarta, Kamis (25/6/2026).
Baca Juga:
Babak Baru Kasus Edison, KPK Temukan Dugaan Permainan Opini BPK Muara Enim
"Kami mencatat puluhan persyaratan yang harus dipenuhi kapal, mulai dari asuransi, aspek teknis dan operasional, keamanan, hingga kesiapan kru, sehingga diputuskan kapal dapat mulai bergerak dari Teluk Arab," ujar Vega.
Vega menjelaskan, kapal tersebut dapat bergerak setelah melalui proses koordinasi intensif antara perusahaan, Kementerian Luar Negeri RI, Kedutaan Besar RI di Tehran, dan otoritas Iran.
Selama pelayaran berlangsung, Pertamina Gamsunoro dipantau penuh selama 24 jam untuk memastikan seluruh pergerakan kapal tetap berada dalam koridor keamanan.
Baca Juga:
Korban Gempa Venezuela Tembus 164 Orang, La Guaira Jadi Wilayah Paling Parah
Awak kapal yang berada di laut juga terus menjalin komunikasi dengan tim darat yang bersiaga melalui crisis center PIS.
Koordinasi tersebut dilakukan untuk memastikan setiap perkembangan situasi dapat direspons secara cepat, terutama karena kapal melintas di kawasan yang memiliki sensitivitas tinggi terhadap dinamika keamanan global.
Menurut Vega, perusahaan tidak hanya mengandalkan pemantauan internal, tetapi juga terus berkomunikasi dengan berbagai pemangku kepentingan dan otoritas terkait.
Langkah itu dilakukan agar perkembangan situasi di lapangan dapat dipantau secara real time dan seluruh keputusan operasional diambil secara hati-hati.
Keberhasilan Pertamina Gamsunoro melewati Selat Hormuz dinilai menjadi bagian penting dari upaya PIS menjaga kelancaran operasional pelayaran di tengah situasi geopolitik yang belum sepenuhnya stabil.
Selat Hormuz selama ini dikenal sebagai salah satu jalur distribusi energi paling vital di dunia karena menjadi lintasan penting bagi kapal-kapal pengangkut minyak dan energi.
Sementara itu, armada PIS lainnya yang masih berada di kawasan Teluk Arab, VLCC Pertamina Pride, saat ini masih dalam tahap persiapan sebelum bergerak.
Pergerakan VLCC Pertamina Pride masih menunggu evaluasi menyeluruh terhadap kondisi keamanan, lalu lintas kapal, tingkat kepadatan jalur, serta berbagai risiko lain yang dapat memengaruhi keselamatan pelayaran.
PIS juga mempertimbangkan rekomendasi internasional sebelum mengambil keputusan terkait waktu pergerakan VLCC Pertamina Pride.
"Terima kasih atas dukungan dan doa seluruh pihak serta masyarakat Indonesia untuk kapal Gamsunoro. Kami juga memohon dukungan dan doa bagi kapal VLCC Pertamina Pride agar dapat segera melintasi Selat Hormuz dengan aman," pungkas Vega.
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]