Sementara itu, Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menegaskan bahwa tingginya angka transaksi harian tersebut mencerminkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap keandalan infrastruktur kendaraan listrik yang disediakan oleh PLN bersama para mitra.
Menurutnya, momentum mudik Idulfitri menjadi bukti bahwa kendaraan listrik kini semakin diandalkan, bahkan untuk perjalanan jarak jauh.
Baca Juga:
PLN Sukses Jaga Keandalan Listrik Saat Salat Idulfitri 1447 H di Seluruh Indonesia
Ilustrasi pengguna kendaraan listrik saat melakukan pengisian daya di SPKLU Kantor PLN Unit Layanan Pelanggan Singaraja, Buleleng, Bali. Untuk mendukung kelancaran perjalanan pengguna kendaraan listrik selama periode siaga Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah, PLN menyediakan 1.681 unit SPKLU di 994 titik yang tersebar di jalur mudik utama Trans Sumatra, Jawa, dan Bali, baik di ruas tol maupun non-tol.
"Lebih dari sekadar angka, capaian ini menunjukkan bahwa strategi pengembangan SPKLU baik dari sisi kuantitas, teknologi, maupun integrasi layanan digital, mendorong meningkatnya kepercayaan masyarakat dalam menggunakan kendaraan listrik, termasuk untuk perjalanan jarak jauh," ujar Darmawan.
Sejalan dengan meningkatnya adopsi kendaraan listrik di Indonesia, PLN bersama mitra telah menghadirkan sebanyak 4.769 unit SPKLU yang tersebar di 3.097 titik di seluruh wilayah tanah air.
Baca Juga:
Dukung Mudik Ramah Lingkungan, PLN Perkuat Infrastruktur SPKLU di Jalur Trans Jawa
Rata-rata jarak antar SPKLU pun kini sekitar 22 kilometer, sehingga semakin memudahkan pengguna EV dalam melakukan perjalanan.
Khusus untuk mendukung kelancaran arus mudik di jalur utama Trans Sumatra, Jawa, dan Bali, PLN menyediakan 1.681 unit SPKLU di 994 titik, baik di jalur tol maupun non-tol.
Jumlah ini meningkat sekitar 70 persen dibandingkan periode Idulfitri tahun sebelumnya, sebagai bentuk kesiapan PLN dalam mengantisipasi lonjakan kebutuhan pengisian daya.