Program ini dirancang untuk mendorong peningkatan produktivitas tambak dari rata-rata 400 kg/ha menjadi hingga 1 ton/ha.
Baca Juga:
Dari Mandalika untuk Dunia, ALPERKLINAS: PLN Perkuat Posisi Indonesia di Kancah Global
Ketersediaan fasilitas penyimpanan juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas hasil panen sehingga berdampak pada kenaikan harga jual udang hingga Rp65.000/kg.
Sejalan dengan hal tersebut, pendapatan petambak diproyeksikan meningkat dari kisaran Rp 16-24 juta menjadi Rp 32–40 juta per bulan dalam satu kelompok tani
Plt. Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Bekasi, Nayu Kulsum, menyampaikan apresiasinya terhadap kolaborasi yang dilakukan dalam program ini.
Baca Juga:
PLN Luncurkan GIGA ONE untuk PLTS 1,2 GW, ALPERKLINAS: Lompatan Strategis Energi Bersih
“Kami sangat mengapresiasi kolaborasi antara PLN ES dan Laznas SI ini dalam memajukan potensi perikanan di Kabupaten Bekasi. Program elektrifikasi tambak ini sejalan dengan visi kami untuk meningkatkan produktivitas nelayan dan pembudidaya melalui modernisasi teknologi yang efisien dan berkelanjutan,” ujarnya.
Senada, Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Bekasi, Ani Rukmini, dalam sambutannya mengatakan bahwa program ini menjadi contoh nyata sinergi lintas sektor dalam mendorong kesejahteraan masyarakat.