WAHANANEWS.CO, Jakarta - PT PLN (Persero) kembali menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan pemerataan akses energi nasional dengan menghadirkan layanan listrik selama 24 jam penuh bagi 1.396 rumah tangga yang tersebar di empat distrik di Kabupaten Pegunungan Arfak, Papua Barat.
Program ini menjadi tonggak penting dalam upaya menghadirkan keadilan energi bagi masyarakat yang tinggal di wilayah pegunungan dengan kondisi geografis yang menantang.
Baca Juga:
Rokhmat Ardiyan Dorong Koperasi Merah Putih Jadi Motor Pengembangan Energi Terbarukan di Desa
Empat distrik yang kini telah menikmati layanan listrik selama 24 jam meliputi Distrik Minyambouw, Distrik Taige, Distrik Hingk, dan Distrik Anggi Gida.
Kehadiran listrik tanpa henti ini diharapkan dapat mendorong peningkatan aktivitas ekonomi, pendidikan, kesehatan, hingga kualitas hidup masyarakat setempat.
Keberhasilan tersebut merupakan hasil implementasi Program Listrik Desa (Lisdes) yang dijalankan PLN untuk menjangkau wilayah-wilayah terpencil dan terluar.
Baca Juga:
PLN Hadirkan Listrik 24 Jam di Noemuke, 149 KK Kini Nikmati Terang dan Peluang Baru
Program ini juga diperkuat dengan pelaksanaan Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) dari pemerintah yang memberikan akses sambungan listrik gratis kepada keluarga kurang mampu sehingga manfaat pembangunan dapat dirasakan secara lebih merata.
Sebelum peningkatan layanan dilakukan, masyarakat di Distrik Minyambouw hanya menikmati pasokan listrik selama enam jam setiap hari.
Sementara itu, warga di Distrik Taige, Hingk, dan Anggi Gida memperoleh layanan listrik selama 12 jam per hari.
Kini, seluruh masyarakat di empat distrik tersebut telah menikmati pasokan listrik selama 24 jam penuh.
Perubahan signifikan ini disambut dengan rasa syukur dan antusias oleh masyarakat.
Salah seorang warga Distrik Minyambouw, Paulus, mengaku merasakan langsung manfaat kehadiran listrik sepanjang hari yang telah lama dinantikan warga.
Para petugas PLN ketika melakukan briefing sebelum membangun jaringan listrik di Distrik Anggi Gida, Kabupaten Pegunungan Arfak, Papua Barat.
"Kami sangat bersyukur. Listrik 24 jam ini benar-benar kami rasakan manfaatnya. PLN bekerja keras, tanam besi, pasang kabel, dan hari ini hasilnya sudah dinikmati oleh masyarakat," ujar Paulus.
Apresiasi juga datang dari Anggota Komisi XII DPR RI, Cheroline Chrisye Makalew. Menurutnya, keberhasilan menghadirkan listrik 24 jam di Pegunungan Arfak merupakan hasil kolaborasi yang baik antara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan PLN dalam menjawab kebutuhan dasar masyarakat di Papua Barat.
"Di sini saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Dirjen Gatrik dan juga kepada PLN atas energi, komitmen, serta kerja keras yang telah dilakukan, sehingga apa yang menjadi usulan kami boleh terealisasi. Hari ini, empat distrik di Kabupaten Pegunungan Arfak sudah bisa menyala 24 jam penuh, dari yang sebelumnya hanya 6 jam dan 12 jam saja," ujar Cheroline dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) di gedung DPR RI di Jakarta, Jumat (5/6/2026).
Cheroline menilai kehadiran listrik sepanjang hari memberikan dampak yang sangat besar bagi masyarakat, terutama dalam mendukung aktivitas ekonomi, pendidikan anak-anak, serta pelayanan publik di wilayah tersebut.
Ia juga berharap sinergi yang telah terjalin dapat terus diperkuat untuk mempercepat elektrifikasi di berbagai daerah terpencil lainnya.
Petugas PLN ketika memasang konduktor pada Jaringan Tegangan Menengah di Distrik Hingk Kabupaten Pegunungan Arfak, Papua Barat.
"Saya mewakili seluruh masyarakat dari Distrik Hingk, Distrik Taige, Distrik Minyambouw, dan juga Distrik Anggi Gida mengucapkan terima kasih banyak karena listrik sudah menyala 24 jam. Kami juga mengapresiasi program BPBL yang benar-benar hadir dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Kami berharap semoga kolaborasi yang baik ini bisa terus berlanjut, sehingga semakin banyak masyarakat di daerah terpencil dapat menikmati akses listrik yang andal dan berkelanjutan," lanjut Cheroline.
Menanggapi apresiasi tersebut, Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menegaskan bahwa penyediaan listrik hingga ke pelosok negeri merupakan bagian dari misi PLN untuk memastikan seluruh masyarakat Indonesia memperoleh akses energi yang setara dan berkualitas.
"PLN percaya listrik adalah fondasi kemajuan. Karena itu, kami terus menghadirkan akses listrik yang andal hingga ke wilayah-wilayah dengan tantangan geografis paling berat sekalipun. Kehadiran listrik 24 jam di Pegunungan Arfak bukan hanya menghadirkan penerangan, tetapi juga membuka peluang bagi pertumbuhan ekonomi, pendidikan, dan kualitas hidup masyarakat," ujar Darmawan.
Dalam pelaksanaannya, PLN menghadapi berbagai tantangan medan yang cukup berat. Kondisi geografis Pegunungan Arfak yang berbukit, curam, serta sulit dijangkau menjadi tantangan tersendiri dalam pembangunan infrastruktur kelistrikan.
Namun berkat dukungan masyarakat dan pemerintah daerah, proyek tersebut dapat diselesaikan dengan baik.
General Manager PLN Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat, Roberth Rumsaur, menjelaskan bahwa peningkatan layanan listrik ini dapat terwujud setelah PLN menyelesaikan pembangunan jaringan distribusi yang menghubungkan wilayah tersebut dengan sistem kelistrikan Anggi.
Ilustrasi salah seorang warga di Kabupaten Pegunungan Arfak, Papua Barat sedang menikmati aliran listrik yang kini telah menyala selama 24 jam nonstop.
"Peningkatan jam nyala ini dapat terwujud setelah pembangunan Jaringan Tegangan Menengah (JTM) sepanjang 23,75 kms dan Jaringan Tegangan Rendah (JTR) sepanjang 21,29 kms yang terhubung ke sistem kelistrikan Anggi. Proses pembangunan dilakukan di wilayah dengan kondisi geografis yang menantang, namun berkat dukungan masyarakat dan pemerintah daerah, pekerjaan dapat diselesaikan sehingga masyarakat kini dapat menikmati listrik selama 24 jam penuh," ujar Roberth.
Ke depan, PLN menegaskan akan terus melanjutkan upaya pemerataan energi di seluruh Indonesia, khususnya di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).
Melalui pembangunan infrastruktur kelistrikan yang berkelanjutan, PLN berkomitmen menghadirkan listrik yang andal, merata, dan berkeadilan guna mendukung pertumbuhan ekonomi serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di seluruh penjuru Tanah Air (Seremoadver).
[Redaktur: Ajat Sudrajat]