Upaya sinkronisasi dilakukan secara bertahap dengan pengamanan tambahan agar tidak menimbulkan gangguan lanjutan.
Sejauh ini, PLN berhasil menormalkan pasokan listrik di empat kabupaten yang sebelumnya gelap total, yakni Aceh Tengah, Bener Meriah, Aceh Tamiang, dan Gayo Lues.
Baca Juga:
Wujud Kepedulian dan Berbagi di Bulan Ramadan, PLN Sumedang Hadirkan Listrik Gratis Bagi Masyarakat Kurang Mampu
Meski begitu, beberapa desa dan jaringan tegangan rendah masih memerlukan waktu perbaikan lebih lanjut.
Di sisi lain, gangguan juga terjadi pada jalur transmisi Langsa–Pangkalan Brandan, di mana lima tower roboh dan memutus koneksi sistem Aceh dengan Sistem Besar Sumatera.
Kondisi tersebut meningkatkan risiko ketidakstabilan selama proses sinkronisasi jaringan.
Baca Juga:
Proyek ECRL Malaysia Dipacu PLN, Dua Feeder Station Rampung Lebih Awal
Berdasarkan asesmen teknis, perbaikan lima tower tersebut diperkirakan membutuhkan waktu hingga sepuluh hari.
Proses ini penting agar Aceh kembali tersambung ke backbone Sumatera secara aman.
Untuk mengurangi dampak pemadaman selama masa pemulihan, PLN terus menambah pasokan genset untuk kebutuhan darurat di fasilitas-fasilitas layanan publik, seperti rumah sakit, pusat pemerintahan, posko posko pengungsian dan infrastruktur telekomunikasi.