Ia menegaskan bahwa PLN sebagai penyedia ketenagalistrikan nasional memiliki tanggung jawab moral untuk memperluas akses energi.
“Kegiatan ini mencerminkan kepedulian dan solidaritas insan PLN. Melalui LUTD, PLN ingin memastikan seluruh keluarga di Indonesia dapat memanfaatkan listrik untuk kehidupan yang lebih baik,” ujar Ali Masykur.
Baca Juga:
PLN Sukses Jaga Keandalan Listrik Nasional Saat Natal 2025 dan Tahun Baru 2026
Sementara itu, Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menambahkan bahwa LUTD bukan sekadar program bantuan, tetapi wujud nyata gotong royong dan komitmen PLN dalam pemerataan energi hingga ke pelosok negeri.
“Bagi PLN, LUTD tidak hanya sekadar program bantuan, melainkan komitmen perseroan untuk menjangkau lebih banyak masyarakat Indonesia agar dapat merasakan manfaat listrik. Kami pastikan tidak ada satu pun keluarga di Indonesia yang tertinggal dalam menikmati energi listrik,” kata Darmawan.
Pada kesempatan yang sama, General Manager PLN Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Barat (UID Sulselrabar), Edyansyah, mengungkapkan bahwa sejak pertama kali diluncurkan pada tahun 2020, program LUTD di wilayahnya telah membantu 5.866 keluarga mendapatkan sambungan listrik baru.
Baca Juga:
PLN Pastikan Pasokan Listrik Aman Saat Pergantian Tahun, Cadangan Daya Capai 70,8 GW
“Listrik tidak hanya berfungsi sebagai penerang, tetapi juga memiliki peran penting dalam peningkatan ekonomi. Dengan adanya listrik, anak-anak dapat belajar lebih baik, dan kebutuhan dasar keluarga dapat terpenuhi,” jelas Edyansyah.
Ia menegaskan kembali bahwa tujuan utama PLN adalah membangkitkan semangat berbagi dalam rangka meningkatkan taraf hidup masyarakat prasejahtera.
“Dengan gotong royong, kita dapat membantu mewujudkan akses listrik bagi seluruh masyarakat,” tutupnya (Seremoadver).