WAHANANEWS.CO, Jakarta - PT PLN (Persero) terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung transformasi digital nasional melalui penyediaan pasokan listrik yang andal bagi industri pusat data (data center).
Langkah strategis ini diwujudkan dengan penyediaan daya sebesar 2x725 Megavolt Ampere (MVA) beserta layanan listrik premium untuk fasilitas data center milik Digital Edge Indonesia yang berlokasi di kawasan industri Cikarang, Jawa Barat.
Baca Juga:
PLN Hadirkan Promo JUNIVAGANZA, Beli Token Listrik di PLN Mobile Dapat Voucher Rp10.000
Dukungan tersebut diumumkan bertepatan dengan seremoni topping off atau penutupan struktur bangunan fasilitas data center CGK1 milik Digital Edge Indonesia.
Fasilitas ini digadang-gadang menjadi pusat data dengan kapasitas daya terbesar di Indonesia dan menjadi salah satu infrastruktur digital paling strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi berbasis teknologi di Tanah Air.
Kerja sama antara PLN dan Digital Edge Indonesia menjadi tonggak penting dalam pengembangan ekosistem digital nasional.
Baca Juga:
PLN Hadirkan Listrik 24 Jam untuk 1.396 Rumah Tangga di Pegunungan Arfak, Warga Kini Nikmati Energi Sepanjang Hari
Kehadiran pusat data berkapasitas besar dinilai akan memperkuat kesiapan Indonesia dalam menghadapi lonjakan kebutuhan layanan digital, komputasi awan (cloud computing), kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), hingga berbagai teknologi masa depan yang membutuhkan dukungan infrastruktur digital yang kuat dan berkelanjutan.
CEO Digital Edge Indonesia, Stephanus Oscar, menegaskan bahwa ketersediaan pasokan listrik yang stabil dan berkualitas merupakan elemen vital dalam operasional pusat data berskala besar.
CEO Digital Edge Indonesia, Stephanus Oscar menyampaikan bahwa pasokan listrik yang andal menjadi faktor utama dalam pengembangan industri pusat data berskala besar. Pengembangan kawasan data center tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan infrastruktur digital tetapi juga memperkuat daya saing Indonesia dalam menghadapi perkembangan teknologi berbasis AI.
“Topping off CGK1, yang didukung oleh perjanjian pasokan listrik terbesar dalam sejarah pusat data Indonesia, mencerminkan keyakinan kami terhadap pertumbuhan digital jangka panjang negeri ini,” ujar Oscar.
Ia menjelaskan bahwa pembangunan kawasan data center tersebut bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan digital saat ini, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang dalam memperkuat daya saing Indonesia di tengah pesatnya perkembangan teknologi berbasis AI.
“Bersama PLN, kami tidak sekadar membangun sebuah pusat data kami sedang meletakkan fondasi agar Indonesia dapat bersaing di level tertinggi ekonomi AI global. CGK Campus dirancang untuk tumbuh seiring dengan ambisi bangsa,” imbuhnya.
Sebelumnya, pada Oktober 2025, Digital Edge Indonesia dan PLN telah menandatangani Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBTL) dengan kapasitas pasokan sebesar 2x650 MVA.
Namun, seiring meningkatnya kebutuhan operasional dan rencana ekspansi fasilitas data center yang terus berkembang, kapasitas pasokan listrik kemudian ditingkatkan menjadi 2x725 MVA.
Penambahan daya tersebut dilakukan secara bertahap guna mendukung pengembangan fasilitas hingga tahun 2030 sekaligus menjamin operasional pusat data yang berjalan selama 24 jam tanpa gangguan.
Dengan kapasitas tersebut, Digital Edge Indonesia kini menjadi pemegang PJBTL terbesar PLN serta salah satu operator pusat data dengan kebutuhan daya terbesar di Indonesia.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menegaskan bahwa PLN akan terus mengambil peran strategis dalam mendukung pertumbuhan sektor digital nasional melalui penyediaan pasokan listrik yang andal, berkualitas, dan berkelanjutan.
“Pertumbuhan industri data center mencerminkan semakin pesatnya perkembangan ekosistem digital di Indonesia. Melalui kolaborasi ini, PLN berkomitmen menghadirkan pasokan listrik yang andal dan berkelanjutan guna mendukung kebutuhan sektor strategis ini, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat ekonomi digital di kawasan Asia Tenggara,” ujar Darmawan.
Menurutnya, ketersediaan listrik yang andal menjadi salah satu faktor utama dalam menarik investasi digital berskala global ke Indonesia.
Oleh sebab itu, PLN terus memperkuat sistem kelistrikan nasional agar mampu memenuhi kebutuhan industri masa depan yang semakin bergantung pada teknologi dan pengolahan data.
Dalam kesempatan yang sama, Komisaris PLN Jisman Hutajulu menekankan bahwa keandalan pasokan listrik merupakan fondasi utama dalam pembangunan ekonomi digital nasional.
Ia menilai kebutuhan energi dari sektor pusat data akan terus meningkat seiring berkembangnya penggunaan AI, layanan cloud, serta digitalisasi berbagai sektor industri.
Komisaris PLN Jisman Hutajulu menegaskan bahwa keandalan pasokan listrik menjadi fondasi utama dalam mendukung pertumbuhan ekonomi digital nasional. Kebutuhan listrik sektor digital akan terus meningkat seiring berkembangnya pusat data dan teknologi berbasis AI di Indonesia.
“Jadi data center ini demand-nya banyak sekali. Listrik yang andal untuk data center ini sangat dibutuhkan. Oleh karena itu, kami menjaga mutu pasokan listrik khusus data center ini yang sudah dilengkapi double feeder,” ujar Jisman saat sambutan di acara topping off fasilitas data center CGK1 Digital Edge Indonesia, Jumat (22/5).
Untuk memastikan keandalan pasokan, PLN telah menyiapkan infrastruktur kelistrikan yang didukung sistem double feeder sehingga suplai listrik tetap terjaga dan risiko gangguan dapat diminimalkan.
Upaya tersebut menjadi bagian dari strategi PLN dalam menyediakan layanan kelistrikan premium bagi sektor-sektor strategis yang membutuhkan tingkat keandalan tinggi.
Jisman menambahkan bahwa PLN akan terus memperkuat kapasitas dan fleksibilitas sistem kelistrikan guna mengakomodasi pertumbuhan industri pusat data yang diperkirakan meningkat signifikan dalam beberapa tahun mendatang.
“Jadi listrik yang andal dan scalable adalah fondasi pertama ekonomi digital dan siap tumbuh bersama kebutuhan infrastruktur AI di Indonesia”, pungkasnya.
Melalui kolaborasi ini, PLN dan Digital Edge Indonesia tidak hanya membangun infrastruktur fisik berupa pusat data, tetapi juga menciptakan fondasi penting bagi percepatan transformasi digital nasional.
Kehadiran data center berkapasitas besar yang didukung pasokan listrik andal diharapkan mampu meningkatkan daya saing Indonesia sebagai salah satu pusat ekonomi digital dan pengembangan teknologi AI di kawasan Asia Tenggara (Seremoadver).
[Redaktur: Ajat Sudrajat]