WAHANANEWS.CO, Jakarta - PT PLN (Persero) menghadirkan program promo spesial berupa diskon 50 persen untuk layanan tambah daya listrik bagi masyarakat yang mengunjungi ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026.
Program ini menjadi bagian dari upaya PLN dalam memperkuat ekosistem kendaraan listrik (electric vehicle/EV) sekaligus memudahkan masyarakat yang ingin memiliki fasilitas pengisian daya kendaraan listrik di rumah.
Baca Juga:
PLN Siap Serap Listrik PSEL Legok Nangka, Proyek Waste to Energy Berkapasitas 40,79 MW Mulai Dibangun
Melalui promo tersebut, pelanggan dapat meningkatkan kapasitas listrik rumah hingga 7.700 VA dengan biaya yang jauh lebih hemat.
Program ini berlaku selama penyelenggaraan GIIAS 2026 dan dapat dimanfaatkan hingga 9 Agustus 2026.
Untuk memperoleh promo tersebut, pelanggan cukup mendatangi booth PLN yang berada di Hall 8 area pameran GIIAS 2026.
Baca Juga:
Antusiasme Tinggi, Kuota Special Ticket PLN Electric Run 2026 Habis dalam Waktu Singkat
Selanjutnya, pelanggan melakukan check-in menggunakan aplikasi PLN Mobile dan mengklaim e-voucher promo tambah daya yang telah disediakan.
Setelah voucher berhasil diklaim, pelanggan dapat menggunakannya untuk memperoleh potongan biaya tambah daya sesuai ketentuan yang berlaku.
Partisipasi PLN dalam pameran otomotif terbesar di Indonesia tersebut merupakan bentuk dukungan nyata perusahaan terhadap percepatan pengembangan ekosistem kendaraan listrik nasional.
Selain menghadirkan berbagai program menarik bagi pelanggan, PLN juga terus memperluas infrastruktur pengisian daya, memperkuat layanan digital, serta menjalin kolaborasi dengan pemerintah dan pelaku industri guna mempercepat transisi energi menuju penggunaan energi yang lebih bersih dan ramah lingkungan.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkapkan bahwa tren kendaraan listrik di Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan yang sangat positif.
Sepanjang Semester I 2026, penjualan kendaraan listrik telah mencapai 117 ribu unit atau meningkat sebesar 69,4 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan bahwa penjualan kendaraan listrik pada Semester I 2026 tumbuh 69,4% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Capaian ini menunjukkan semakin tingginya kepercayaan masyarakat terhadap kendaraan listrik.
“Satu dari setiap empat mobil penumpang yang dibeli oleh masyarakat Indonesia sudah terelektrifikasi. Padahal, lima tahun yang lalu angka itu belum terbaca sama sekali,” ujar Agus.
Menurut Agus, perkembangan industri kendaraan listrik juga diikuti dengan semakin kuatnya rantai pasok dalam negeri.
Saat ini terdapat 16 perusahaan perakitan kendaraan listrik yang didukung oleh 332 pemasok komponen lokal, yang mayoritas berasal dari industri kecil dan menengah.
Jumlah tersebut meningkat hingga 127 persen sejak program kendaraan bermotor rendah emisi mulai dijalankan dan telah menyerap sekitar 195 ribu tenaga kerja secara langsung.
“Adapun level atau TKDN, kendaraan elektrik dalam catatan kami sekarang rata-rata berada pada kisaran 40–46 persen. Bahkan ada merek yang sudah bersertifikasi TKDN sampai 80 persen,” jelasnya.
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menegaskan bahwa meningkatnya penggunaan kendaraan listrik harus dibarengi dengan kesiapan ekosistem pendukung yang memadai agar masyarakat semakin mudah beralih ke moda transportasi rendah emisi.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo (kedua dari kanan) saat berada di booth PLN di GIIAS 2026. Darmawan mengatakan bahwa pertumbuhan kendaraan listrik perlu diiringi dengan pengembangan ekosistem yang semakin andal agar masyarakat semakin mudah beralih ke mobilitas rendah emisi.
“PLN terus mendukung pengembangan ekosistem kendaraan listrik melalui penyediaan infrastruktur pengisian daya dan berbagai kemudahan layanan bagi pelanggan. Melalui kolaborasi yang erat dengan pemerintah, industri, dan seluruh pemangku kepentingan, kami optimistis adopsi kendaraan listrik akan terus meningkat sehingga memberikan manfaat bagi masyarakat, memperkuat ketahanan energi nasional, dan mempercepat transisi energi,” ujar Darmawan.
Selain menghadirkan promo tambah daya listrik, PLN juga terus memperluas layanan Home Charging Services (HCS) yang memungkinkan pelanggan memasang perangkat pengisian daya kendaraan listrik di rumah dengan proses yang mudah, praktis, aman, dan nyaman.
Layanan ini menjadi salah satu solusi bagi pemilik kendaraan listrik agar dapat melakukan pengisian daya kapan saja tanpa harus bergantung pada fasilitas pengisian umum.
Direktur Retail dan Niaga PLN, M. Fahrur Rozy, menjelaskan bahwa hingga Semester I 2026 jumlah layanan Home Charging Services yang telah terpasang mencapai 92.112 unit.
Angka tersebut menunjukkan semakin tingginya minat masyarakat dalam memanfaatkan kendaraan listrik sekaligus meningkatnya kepercayaan terhadap layanan pengisian daya yang disediakan PLN.
Suasana booth PLN di Hall 8 GIIAS 2026.
"Home charging menjadi salah satu representasi komitmen PLN memudahkan pelanggan saat mengadopsi kendaraan listrik. Komitmen ini sekaligus menjadi wujud dukungan PLN terhadap pengurangan emisi karbon," tegasnya.
Di samping layanan pengisian daya di rumah, PLN juga terus mempercepat pembangunan infrastruktur pengisian daya publik melalui kerja sama dengan berbagai mitra strategis.
Upaya tersebut diwujudkan dengan pembangunan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) dan Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU) di berbagai daerah agar semakin mudah dijangkau masyarakat.
Hingga Semester I 2026, jumlah SPKLU yang telah beroperasi di Indonesia mencapai 5.016 unit. Selain itu, tersedia pula 619 unit SPKLU khusus kendaraan roda dua serta 1.133 unit SPBKLU yang melayani kebutuhan penukaran baterai kendaraan listrik.
“Penguatan infrastruktur tersebut menjadi fondasi penting dalam menciptakan ekosistem kendaraan listrik yang semakin andal, mudah diakses, dan mampu mendukung pertumbuhan kendaraan listrik di Indonesia,” pungkas Rozy (Seremoadver).
[Redaktur: Ajat Sudrajat]