WAHANANEWS.CO, Jakarta - PT PLN (Persero) meningkatkan kesiapan sistem kelistrikan di seluruh Indonesia menjelang pelaksanaan berbagai rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI).
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan listrik selama momentum nasional pada 17 Agustus 2026 dapat terpenuhi dengan aman, andal, dan tanpa gangguan berarti.
Baca Juga:
Dari Budidaya Kepiting hingga Pelatihan Kerja, Ini Dampak Program TJSL PLN bagi Masyarakat
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, bersama jajaran Direksi PLN bahkan turun langsung untuk memantau kesiapan kelistrikan di sejumlah wilayah.
Pengawasan dilakukan mulai dari sisi pembangkitan, transmisi, distribusi hingga kesiapan personel dan peralatan pendukung di lapangan.
Dari PLN Unit Pelayanan Pelanggan Flores Bagian Barat, Manggarai Barat, Darmawan mengikuti konferensi pers yang terhubung secara daring dengan jajaran Direksi PLN di PLN Unit Induk Pusat Pengatur Beban Jawa, Madura, dan Bali (UIP2B Jamali), Depok, Jawa Barat, pada Sabtu malam (16/82026).
Baca Juga:
Kejar Transisi Energi, PLN Percepat Pengembangan 9,2 GW PLTA dan PLTM
Dalam kesempatan tersebut, Darmawan memastikan seluruh jajaran PLN telah melakukan persiapan secara menyeluruh untuk mengamankan pasokan listrik selama peringatan kemerdekaan.
Suasana Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, saat memimpin rapat koordinasi siaga bencana Flores, Nusa Tenggara Timur, sekaligus melakukan konferensi pers di PLN Unit Pelayanan Pelanggan Flores Bagian Barat, Manggarai Barat. Darmawan menyampaikan bahwa PLN melakukan pengamanan secara menyeluruh terhadap sistem kelistrikan nasional guna mendukung seluruh rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI).
“Sejak awal Agustus, PLN sudah bergerak full. Kami sudah cek satu per satu, mulai dari pembangkit, gardu induk, jaringan transmisi, sampai jaringan distribusi dan jalur di sekitar lokasi kegiatan. Kami kerahkan seluruh kekuatan yang ada untuk memastikan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI berjalan lancar,” tutur Darmawan.
Menurut Darmawan, kesiapan PLN juga tidak terlepas dari dukungan dan koordinasi dengan berbagai kementerian serta lembaga pemerintah.
Ia menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Kementerian Sekretariat Negara, Sekretariat Kabinet, Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan, serta Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara.
Koordinasi lintas sektor tersebut dinilai penting karena pengamanan kelistrikan dalam momentum peringatan kemerdekaan mencakup berbagai lokasi, baik pusat pemerintahan, tempat pelaksanaan upacara, maupun lokasi kegiatan masyarakat di berbagai daerah.
Suasana konferensi pers siaga kelistrikan HUT ke-81 Kemerdekaan RI yang dilaksanakan hybrid di PLN Unit Induk Pusat Pengatur Beban Jawa, Madura, dan Bali (UIP2B Jamali), Depok, Jawa Barat, dan PLN Unit Pelayanan Pelanggan Flores Bagian Barat, Manggarai Barat, dihadiri oleh Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo (tengah pada layar), Direktur Transmisi dan Perencanaan Sistem PLN, Daniel Karmel Fernando Tampubolon (kiri pada layar), Direktur Retail dan Niaga PLN, M. Fahrur Rozy (kedua dari kiri), Direktur Manajemen Pembangkitan PLN, Rizal Calvary Marimbo (ketiga dari kiri), Direktur Distribusi PLN, Arsyadany G. Akmalaputri (tengah), Direktur Manajemen Risiko PLN, Denny Triyanto (ketiga dari kanan), Direktur Keuangan PLN, Sulistyo Biantoro (kedua dari kanan), Direktur Utama PLN Indonesia Power, Bernadus Sudarmanta (paling kiri), Direktur Utama PLN Nusantara Power, Rully Firmansyah (paling kanan), dan Executive Vice President Operasi Distribusi Sulawesi, Maluku, Papua, dan Nusa Tenggara PLN, Sugeng Widodo (kanan pada layar).
“Dukungan penuh dari Pemerintah membuat kami bisa bergerak lebih kuat. Kami ingin memastikan setiap titik yang mendukung upacara dan rangkaian peringatan kemerdekaan, baik di tingkat nasional maupun daerah, listriknya andal dan tercukupi,” katanya.
Dari sisi sistem, PLN memperkirakan beban puncak listrik nasional pada 17 Agustus 2026 berada di angka 42,6 gigawatt (GW). Sementara itu, kapasitas daya mampu pembangkit mencapai 51,6 GW.
Dengan demikian, PLN memiliki cadangan daya sekitar 9 GW atau setara dengan 21,1 persen.
Cadangan tersebut menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keandalan pasokan ketika konsumsi listrik mengalami peningkatan selama rangkaian perayaan HUT Kemerdekaan RI.
Untuk memastikan kesiapan di lapangan, PLN menetapkan seluruh unitnya dalam kondisi siaga penuh. Puluhan ribu personel disebar ke ribuan titik pengamanan di berbagai wilayah Indonesia.
"Saat ini seluruh unit PLN dalam status siaga penuh. Lebih dari 45 ribu personel kami terjunkan di 2.275 titik siaga seluruh Indonesia. Semua bergerak dan semua fokus," tegas Darmawan.
Selain menyiagakan personel, PLN juga menyiapkan berbagai peralatan kelistrikan sebagai sistem pendukung dan cadangan apabila terjadi gangguan.
Persiapan tersebut mencakup 1.517 unit genset, 559 unit Uninterruptible Power Supply (UPS), serta 1.286 unit gardu bergerak.
Untuk mendukung mobilitas petugas dan mempercepat penanganan apabila terjadi gangguan, PLN turut menyiagakan 75 unit kabel bergerak, 318 unit truk crane, 3.424 mobil operasional, serta 3.583 motor operasional.
Direktur Distribusi PLN, Arsyadany G. Akmalaputri (kedua dari kanan) didampingi oleh General Manager PLN Unit Induk Distribusi Jakarta Raya, Moch. Andy Adchaminoerdin (ketiga dari kiri) saat melakukan inspeksi sistem kelistrikan di kawasan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta.
"Seluruh sumber daya dipersiapkan dengan matang di berbagai titik. Khusus untuk rangkaian kegiatan di Istana Kepresidenan, PLN menyiapkan sistem pengamanan kelistrikan berlapis hingga lima tingkat, yang meliputi pembangkit, penyulang, sistem digital Supervisory Control and Data Acquisition (SCADA), UPS, hingga genset," tambahnya.
Sistem pengamanan berlapis tersebut disiapkan untuk meminimalkan risiko gangguan sekaligus mempercepat proses pemulihan apabila terjadi kendala pada salah satu bagian sistem kelistrikan.
Dengan pola tersebut, pasokan listrik pada lokasi-lokasi vital diharapkan tetap terjaga selama pelaksanaan upacara dan kegiatan kenegaraan.
Darmawan menambahkan, kesiapan PLN tidak hanya diarahkan untuk mengamankan pasokan listrik selama peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Perseroan juga terus melakukan pemantauan dan penanganan terhadap kondisi sistem kelistrikan di berbagai wilayah yang mengalami gangguan.
Salah satunya terjadi pada sistem kelistrikan Kalimantan yang sebelumnya sempat mengalami gangguan pada sisi pembangkit.
PLN memastikan kondisi sistem tersebut terus mengalami pemulihan setelah adanya tambahan pasokan dari dua pembangkit.
“Untuk sistem Kalimantan yang sempat mengalami gangguan pembangkit, hari ini sudah berangsur pulih. Ada tambahan pasokan dari dua pembangkit sehingga sistem Kalimantan semakin kuat dan membaik, kami akan terus kawal,” kata Darmawan.
Selain Kalimantan, perhatian PLN juga diarahkan pada wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang terdampak gempa.
Tidak lama setelah gempa terjadi, petugas PLN langsung diterjunkan untuk memeriksa kondisi jaringan dan infrastruktur kelistrikan sekaligus melakukan perbaikan pada fasilitas yang mengalami gangguan.
Petugas PLN tengah melakukan pemulihan sistem kelistrikan di salah satu lokasi terdampak bencana gempa bumi Flores, Nusa Tenggara Timur.
“Begitu gempa terjadi di Flores, NTT, tim PLN langsung bergerak. Tidak menunggu. Apa yang bisa langsung diperbaiki, baik gardu induk, jaringan distribusi, maupun fasilitas lainnya, langsung kami kerjakan. Pemulihan terus kami kejar. Alhamdulillah, sore tadi 11 gardu induk yang terdampak sudah kembali bertegangan, selanjutnya proses penormalan dilakukan secara bertahap hingga ke pelanggan,” ujar Darmawan.
Dalam penanganan pascagempa tersebut, PLN berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta sejumlah unsur terkait, termasuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, dan Polri.
Koordinasi dilakukan untuk memastikan proses pemulihan dapat berjalan efektif, terutama di wilayah yang masih mengalami kendala akses akibat dampak gempa.
PLN juga menempatkan keselamatan petugas dan masyarakat sebagai prioritas selama proses pemulihan.
Perbaikan dilakukan secara bertahap dengan tetap memperhatikan kondisi infrastruktur serta tingkat keamanan di masing-masing lokasi terdampak.
Darmawan menegaskan bahwa momentum peringatan kemerdekaan menjadi pengingat bagi seluruh insan PLN untuk meneruskan semangat perjuangan para pendahulu bangsa melalui pelayanan kepada masyarakat.
“Ini adalah momentum untuk kembali mengingat perjuangan para pendahulu yang telah mengorbankan tenaga, pikiran, bahkan jiwa dan raganya untuk kemerdekaan Indonesia. Semangat perjuangan itu kami lanjutkan melalui pengabdian kami. PLN hari ini all out, fokus total. Kami siap mengawal kelistrikan HUT ke-81 RI di seluruh tanah air,” pungkas Darmawan (Seremoadver).
[Redaktur: Ajat Sudrajat]