Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot, mengatakan pembangunan PSEL Legok Nangka merupakan bagian dari strategi pemerintah dalam mempercepat penyelesaian persoalan sampah perkotaan melalui pemanfaatannya menjadi sumber energi atau waste to energy.
Menurutnya, proyek tersebut juga menjadi implementasi arahan Presiden Prabowo Subianto yang menargetkan penyelesaian persoalan sampah nasional sebelum 2029 melalui pengelolaan yang terintegrasi dari hulu hingga hilir sebagaimana tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029.
Baca Juga:
PLN Buka Pendaftaran Electric Run 2026, Ajak Masyarakat Berlari Demi Masa Depan Energi Bersih
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot memberikan sambutannya dalam acara Groundbreaking Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Legok Nangka di Bandung, Jawa Barat. Dirinya menyampaikan, pembangunan PSEL Legok Nangka merupakan bagian dari upaya Pemerintah mempercepat penyelesaian persoalan sampah perkotaan sekaligus meningkatkan pemanfaatan sampah sebagai sumber energi (waste to energy).
"Groundbreaking hari ini bukan sekadar menandai dimulainya pembangunan sebuah infrastruktur, tetapi juga menjadi simbol komitmen bersama untuk mewujudkan masa depan Indonesia yang lebih bersih, lebih hijau, dan berkelanjutan," ucap Yuliot dalam acara Groundbreaking PSEL Legok Nangka di Bandung, Jawa Barat.
Ia berharap proyek PSEL Legok Nangka dapat menjadi contoh bagi pengembangan fasilitas serupa di berbagai daerah di Indonesia sehingga mampu memberikan manfaat luas, baik bagi lingkungan maupun masyarakat.
Baca Juga:
PLN Electric Run 2026 Siap Digelar, Targetkan 8.000 Pelari untuk Kampanye Transisi Energi
"Dengan kapasitas pembangkit yang signifikan dan dukungan pelaksanaan investasi, proyek ini diharapkan memberikan manfaat nyata melalui pengurangan volume sampah, penyediaan energi bersih, penciptaan lapangan kerja, peningkatan aktivitas ekonomi daerah, pengurangan emisi serta perbaikan kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat," ujar Yuliot.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, juga menilai pembangunan PSEL Legok Nangka merupakan solusi jangka panjang dalam mengatasi persoalan sampah yang selama ini menjadi tantangan di kawasan Bandung Raya.
Selain mengurangi timbunan sampah, proyek ini dinilai mampu memberikan nilai tambah melalui pemanfaatan sampah sebagai sumber energi sekaligus menjadi tonggak baru dalam sistem pengelolaan sampah modern di Jawa Barat.