Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengatakan, PSEL Legok Nangka merupakan solusi jangka panjang dalam mengatasi persoalan sampah di kawasan Bandung Raya sekaligus menghadirkan manfaat ekonomi dan lingkungan melalui pemanfaatan sampah sebagai sumber energi. Menurutnya, proyek ini dan PSEL lain di wilayahnya akan menjadi tonggak penting dalam mewujudkan pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan di Jawa Barat.
”Ini akan menjadi salah satu alat picu untuk membangun sebuah sistem pengelolaan sampah yang modern. Kemudian juga mendidik masyarakat tertib dan hidup bersih. Yang kemudian juga meningkatkan kualitas udara, serta meningkatkan kualitas lingkungan,” ujar Dedi.
Baca Juga:
PLN Buka Pendaftaran Electric Run 2026, Ajak Masyarakat Berlari Demi Masa Depan Energi Bersih
Menurut Dedi, keberadaan proyek ini juga akan memperkuat ketersediaan energi bersih yang dibutuhkan untuk menopang pertumbuhan sektor industri, investasi, serta pembangunan ekonomi di Jawa Barat.
"Yang kedua berkahnya adalah kita akan mendapatkan energi listrik yang tentunya memberikan sumbangsih bagi kekuatan PLN untuk memiliki energi besar bagi kehidupan industri," katanya.
Sementara itu, Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PLN, Suroso Isnandar, menegaskan kesiapan PLN dalam menjalankan arahan pemerintah untuk mendukung pengembangan pembangkit listrik berbasis pengolahan sampah.
Baca Juga:
PLN Electric Run 2026 Siap Digelar, Targetkan 8.000 Pelari untuk Kampanye Transisi Energi
Salah satu bentuk dukungan tersebut diwujudkan melalui penandatanganan PJBL dengan masa berlaku selama 20 tahun yang memberikan kepastian pembelian listrik dari PSEL Legok Nangka.
Menurutnya, komitmen tersebut menjadi fondasi penting agar proyek waste to energy dapat berjalan secara berkelanjutan sekaligus mendukung upaya pemerintah dalam mengatasi persoalan sampah dan memperkuat ketahanan energi nasional.
"PLN siap mengeksekusi PJBL sesuai arahan pemerintah. Kami akan menyerap produksi listrik yang dihasilkan dari pengolahan sampah ini dan menyalurkannya kepada masyarakat. Melalui PJBL selama 20 tahun, kami memberikan kepastian agar proyek ini dapat berjalan secara berkelanjutan," kata Suroso.