"Seluruh unit PLN melaporkan bahwa semua lokasi prioritas terjaga secara optimal tanpa gangguan kelistrikan. PLN akan melaksanakan siaga hingga akhir periode yang direncanakan, dan terus melakukan pemantauan sistem secara berkelanjutan di seluruh wilayah," tutur Darmawan.
Untuk memastikan keandalan pasokan listrik selama periode Nataru, PLN mengerahkan sekitar 69 ribu personel yang disiagakan di 3.402 posko dan didukung oleh 137 command center di seluruh Indonesia.
Baca Juga:
Jaga Daya Beli Masyarakat, Pemerintah Tetapkan Tarif Listrik Triwulan II 2026 Tetap
Personel tersebut dilengkapi dengan berbagai peralatan pendukung, di antaranya 1.917 unit genset, 737 unit Uninterruptible Power Supply (UPS), 1.338 unit Gardu Bergerak (UGB), 434 unit truk crane, 4.720 mobil operasional, serta 4.412 unit motor operasional.
Sebelumnya, PLN juga telah memastikan seluruh rantai pasok kelistrikan, mulai dari penyediaan energi primer, pembangkitan, transmisi, hingga distribusi, berada dalam kondisi siap operasi.
PLN turut mengantisipasi berbagai potensi risiko, termasuk cuaca ekstrem, dengan menyiapkan sistem pengamanan berlapis serta prosedur penanganan gangguan yang cepat, responsif, dan terkoordinasi.
Baca Juga:
PLN Catat Rekor Transaksi SPKLU Tertinggi Saat Mudik Lebaran 2026
“Secara umum, kondisi sistem kami siapkan dalam keadaan prima. Sejak awal, PLN melakukan pemeliharaan preventif dan berkoordinasi intensif dengan BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) sehingga informasi prakiraan cuaca dapat langsung dimonitor melalui control center untuk mendukung pengambilan keputusan yang cepat dan terukur,” pungkas Darmawan. (Seremoadver).
[Redaktur: Ajat Sudrajat]