WAHANANEWS.CO, Jakarta - PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN terus menunjukkan komitmennya dalam memulihkan pasokan listrik pascabencana di Provinsi Aceh.
Meski dihadapkan pada medan sulit dan akses jalan yang terputus, PLN memastikan upaya pemulihan tetap berjalan secara bertahap hingga menjangkau desa-desa terisolir yang terdampak.
Baca Juga:
Bukan Hanya Listrik, PLN Bantu Pulihkan Kehidupan Sosial dan Spiritual Warga Aceh
Dari total sekitar 6.500 desa di Aceh, saat ini masih terdapat 176 desa yang belum menyala akibat dampak bencana.
Desa-desa tersebut tersebar di sejumlah wilayah, di antaranya 68 desa di Aceh Tengah, 40 desa di Gayo Lues, 38 desa di Bener Meriah, 20 desa di Aceh Timur, serta sisanya berada di Aceh Tamiang, Bireuen, Aceh Utara, dan Aceh Barat.
PLN mengungkapkan bahwa tantangan utama dalam proses pemulihan adalah kondisi medan yang berat serta terputusnya akses jalan, sehingga menyulitkan mobilisasi material dan personel menuju lokasi terdampak. Kendati demikian, petugas PLN tetap berupaya menjangkau desa-desa terpencil dengan berbagai keterbatasan yang ada.
Baca Juga:
Akses Jalan di Pasi Aron Aceh Berubah Jadi Sungai, PLN Tetap Maju Angkut Tiang Besi
Bupati Gayo Lues, Suhaidi, menyampaikan apresiasinya atas dedikasi petugas PLN yang tetap bekerja di lapangan meski menghadapi kondisi yang tidak mudah.
“Saya melihat langsung bagaimana petugas PLN berjuang membawa material menembus lumpur untuk sampai ke Desa Uring, Kecamatan Pining. Ini luar biasa. Atas nama pemerintah daerah, kami sangat mengapresiasi kegigihan teman-teman PLN yang tidak menyerah dengan keadaan demi melistriki kembali desa-desa kami yang terisolir,” ujar Suhaidi dalam keterangan tertulisnya, dikutip Minggu (11/1/2026).
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menegaskan bahwa komitmen PLN adalah memastikan seluruh masyarakat Aceh kembali menikmati listrik secara andal tanpa terkecuali, meski kondisi lapangan sangat menantang.
“Kami memahami kondisi di lapangan sangat menantang, namun komitmen kami tetap sama. Tidak ada warga yang tertinggal dalam gelap gulita. Petugas PLN siap menerjang akses sekecil apa pun untuk melakukan percepatan perbaikan agar listrik kembali menyala dan aktivitas masyarakat dapat berjalan normal,” kata Darmawan.
Ia menambahkan, PLN terus melakukan koordinasi lintas sektor dengan TNI, Polri, pemerintah daerah, serta masyarakat setempat untuk membuka akses menuju lokasi terdampak agar proses pemulihan dapat berjalan lebih optimal.
Sementara itu, General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Aceh, Eddi Saputra, menjelaskan bahwa pihaknya telah memetakan titik-titik prioritas pemulihan dan menyiagakan personel di posko-posko terdekat.
“Saat ini masih terdapat 176 desa yang belum menyala karena akses menuju lokasi masih terus diperbaiki. Namun, tim kami telah bersiaga dan siap melakukan percepatan perbaikan segera setelah kondisi memungkinkan,” jelas Eddi.
Ia memastikan, seluruh proses pemulihan dilakukan dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan kerja bagi petugas maupun masyarakat sekitar.
“Seluruh tim bekerja dengan prinsip kehati-hatian dan mengutamakan keselamatan, namun tetap responsif dan terukur agar proses pemulihan berjalan optimal,” pungkasnya.
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]