WAHANANEWS.CO, Luwu Timur - PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi telah meresmikan bantuan pembangunan greenhouse dan rumah kompos bagi Kelompok Wanita Tani (KWT) Wulasi Mandiri di Desa Manurung, Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur, Selasa (28/7/2026).
Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) tersebut dilaksanakan untuk meningkatkan kapasitas produksi pertanian organik, memperkuat kemandirian kelompok, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di sekitar pembangunan Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 275 kV Wotu–Bungku.
Baca Juga:
Menyambut HUT ke 81 RI, PLN UIP Sulawesi Serahkan Bantuan TJSL Hulu-Hilir untuk Kemandirian Petani Kopi Batui
Peresmian program dihadiri Wakil Bupati Luwu Timur Dra. Hj. Puspawati Husler, Ketua TP PKK Kabupaten Luwu Timur sekaligus Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan dr. Ani Nurbani, MARS, Kepala Desa Manurung, sejumlah kepala desa di wilayah sekitar, serta jajaran PLN UIP Sulawesi.
Melalui program tersebut, PLN UIP Sulawesi membangun greenhouse sebagai sarana pembibitan tanaman, rumah kompos, sistem pengairan sederhana, dan sanggar tani. PLN juga memberikan dukungan berupa benih, media tanam, serta berbagai peralatan pertanian untuk menunjang kegiatan budidaya kelompok. Selain bantuan sarana dan prasarana, sebanyak 12 anggota KWT Wulasi Mandiri memperoleh pelatihan pembuatan kompos untuk mendukung penerapan pertanian yang lebih ramah lingkungan.
General Manager PLN UIP Sulawesi I Gusti Made Aditya San Adinatha mengatakan program tersebut merupakan bagian dari komitmen PLN untuk memastikan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan turut memberikan nilai tambah bagi masyarakat di wilayah sekitarnya.
Baca Juga:
Meningkatkan Budaya Produktif dan Efisiensi Energi, PLN UIP Sulawesi Terapkan PowerWISE
“PLN ingin memastikan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Oleh karena itu, program TJSL kami arahkan untuk memperkuat potensi lokal yang telah berkembang agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan,” ujar Aditya.
Menurutnya, dukungan fasilitas dan peningkatan kapasitas tersebut diharapkan dapat memperkuat produktivitas KWT Wulasi Mandiri sekaligus membuka peluang ekonomi yang lebih besar bagi para anggotanya.
“Kami berharap dukungan ini dapat membantu KWT Wulasi Mandiri meningkatkan kualitas pembibitan, mengembangkan pertanian organik, serta memperluas peluang usaha dan pemasaran produk pertaniannya,” tambahnya.