WAHANANEWS.CO, Jakarta - Selama bertahun-tahun, malam di pelosok Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah, hanya diterangi cahaya redup dari lampu minyak.
Anak-anak belajar sambil menahan perih di mata, ibu-ibu memasak dengan kayu bakar, dan pedagang kecil harus menempuh perjalanan jauh demi mendapatkan es batu.
Baca Juga:
Hujan Lebat dan Banjir Mengintai, PLN Minta Masyarakat Perhatikan Keselamatan Listrik
Dengan rasio desa berlistrik hanya 40 persen, Murung Raya dulu dikenal sebagai daerah dengan tingkat elektrifikasi terendah se-Kalimantan Tengah. Kini, semua itu tinggal kenangan.
Ribuan warga di 22 desa akhirnya bisa menikmati listrik dari PLN yang menyala 24 jam penuh.
Melalui Program Listrik Desa (Lisdes), negara benar-benar hadir membawa terang dan harapan bagi masyarakat yang selama ini hidup dalam keterbatasan.
Baca Juga:
Penjualan REC PLN Tembus 6,43 TWh, Minat Industri terhadap Energi Hijau Terus Meningkat
Prosesi penyalaan listrik pertama berlangsung di Desa Hingan Tokung, pada 10 September 2025.
Ketika lampu-lampu menyala untuk pertama kalinya, sorak gembira warga membahana di seluruh kampung.
Dalam suasana penuh haru, Bupati Murung Raya Heriyus Midel Yoseph secara simbolis meresmikan penyalaan listrik perdana tersebut.