Sementara itu, Atase Perdagangan RI di Seoul, Roesfitawati, menyampaikan bahwa peluncuran perdana novel Gadis Kretek dalam bahasa Korea diharapkan dapat menjadi pemicu bagi pelaku industri kreatif Indonesia lainnya untuk memperkuat diplomasi budaya di pasar Korea Selatan.
Menurutnya, sebuah karya sastra tidak hanya menawarkan cerita, tetapi juga dapat menjadi medium promosi berbagai produk dan jasa.
Baca Juga:
HPE Konsentrat Tembaga dan Harga Emas Turun pada Paruh Kedua April 2026
Ia menambahkan, jika dimanfaatkan secara strategis, peluncuran karya kreatif di pasar internasional dapat menjadi praktik terbaik dalam mengintegrasikan budaya dan perdagangan Indonesia di tingkat global.
“Peluncuran novel Gadis Kretek di Korea Selatan merupakan kegiatan literasi sekaligus instrumen soft diplomacy, sarana nation branding, dan pintu masuk bagi ekspansi produk-produk bernilai tambah Indonesia, seperti makanan, minuman, kerajinan, fesyen, hingga pariwisata,” ujar Roesfitawati.
Sebagai bagian dari strategi promosi budaya terpadu, KBRI Seoul juga memperkenalkan kopi Indonesia dalam rangkaian acara tersebut, guna memperkuat citra Indonesia sebagai negara dengan kekayaan budaya dan produk unggulan yang berdaya saing di pasar global.
Baca Juga:
UMKM BISA Ekspor Semakin Efektif, Capaian Triwulan I-2026 Tembus USD 23,60 Juta
[Redaktur: Jupriadi]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.