WAHANANEWS.CO, Jakarta - Indonesia kembali menyalakan ambisi besar membangun pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN), dengan sebuah pulau tak berpenghuni di Kalimantan Barat kini dibidik sebagai salah satu lokasi potensial proyek nuklir pertama di Tanah Air.
Rencana tersebut bahkan menjadi sorotan media Jepang di tengah upaya Indonesia mengurangi ketergantungan terhadap batu bara sekaligus mengejar target dekarbonisasi.
Baca Juga:
ALPERKLINAS Dukung BRIN Lebih Utamakan Peneliti Lokal Untuk Bangun PLTN 2032
Media Jepang Kyodo News mengangkat rencana tersebut melalui laporan bertajuk "Indonesia eyes uninhabited island for 1st nuclear power plant" yang membahas perkembangan terbaru proyek PLTN Indonesia.
Pelaksana Kepala Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) Zainal Arifin menilai kondisi saat ini menjadi momentum yang tepat bagi Indonesia untuk menentukan langkah terkait pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir.
"Ini adalah momen yang tepat bagi Indonesia untuk mengambil keputusan terkait pembangkit listrik tenaga nuklir," kata Zainal sebagaimana dikutip dari laporan tersebut, Minggu (23/8/2026).
Baca Juga:
ALPERKLINAS Dukung PLN Perpanjang RUPTL hingga 20240, PLTN Jadi Pilar Ketahanan Energi Nasional
Pemerintah mulai menghidupkan kembali pembahasan mengenai proyek nuklir sejak tahun lalu setelah rencana pembangunan PLTN sempat tertunda selama puluhan tahun.
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot mengatakan strategi energi baru Indonesia akan secara eksplisit memasukkan energi nuklir sebagai salah satu sumber energi masa depan.
Menurut Yuliot, masuknya energi nuklir diarahkan untuk menyeimbangkan komposisi sumber energi nasional sekaligus mendukung pencapaian target penurunan emisi karbon.