WAHANANEWS.CO, Jakarta - Gelar pendidikan tinggi ternyata belum menjadi jaminan mudah mendapatkan pekerjaan setelah lebih dari satu juta lulusan D4 hingga S3 tercatat masih menganggur di Indonesia.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan jumlah pengangguran terdidik di Indonesia mencapai 1.033.182 orang per Mei 2026.
Baca Juga:
Investasi Naik Rp486 Triliun, DPR Soroti Minimnya Serapan Tenaga Kerja di Indonesia
Kelompok pengangguran terdidik tersebut mencakup lulusan diploma IV, sarjana atau S1, magister atau S2, hingga doktor atau S3 yang belum memperoleh pekerjaan.
Jumlah itu setara sekitar 14,31 persen dari total 7,22 juta pengangguran yang tercatat secara nasional pada periode tersebut.
Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menilai tingginya jumlah pengangguran lulusan perguruan tinggi salah satunya dipicu ketidaksesuaian atau mismatch antara kompetensi tenaga kerja dan kebutuhan dunia usaha serta industri.
Baca Juga:
Tekan Pengangguran, Cirebon Gencar Bentuk BKK di Lingkup Pendidikan
"Fenomena pengangguran lulusan perguruan tinggi disebabkan adanya mismatch antara kompetensi jabatan dengan keterampilan yang dimiliki, hingga rendahnya literasi digital dan soft skills," kata Kepala Badan Perencanaan dan Pengembangan Ketenagakerjaan (Barenbang) Kemnaker Anwar Sanusi, dikutip Senin (17/8/2026).
Persoalan ketidaksesuaian kompetensi tersebut membuat sebagian lulusan perguruan tinggi kesulitan memenuhi kualifikasi yang secara spesifik dibutuhkan perusahaan meskipun telah memiliki pendidikan formal.
Selain persoalan kompetensi, Kemnaker melihat perlambatan pertumbuhan lapangan kerja formal menjadi faktor lain yang turut mendorong tingginya angka pengangguran terdidik.