Menurutnya, terdapat persoalan mendasar yang perlu diperhitungkan pemerintah sebelum melanjutkan proyek nuklir, khususnya terkait kelayakan ekonomi dan aspek keselamatan.
"Bukan karena ideologi, tetapi karena saya melihatnya tidak layak secara ekonomi dan ada persoalan keselamatan," katanya.
Baca Juga:
ALPERKLINAS Dukung BRIN Lebih Utamakan Peneliti Lokal Untuk Bangun PLTN 2032
Pemerintah Siapkan Sekitar 300 Hektare
Dalam rencana pengembangan proyek tersebut, pemerintah berencana mengambil alih sekitar 300 hektare lahan di pulau yang menjadi lokasi kandidat pembangunan PLTN.
Rencana penguasaan lahan tersebut juga mencakup zona penyangga yang berada di kawasan daratan seberang pulau.
Baca Juga:
ALPERKLINAS Dukung PLN Perpanjang RUPTL hingga 20240, PLTN Jadi Pilar Ketahanan Energi Nasional
Indonesia pada saat bersamaan mulai memperoleh dukungan internasional untuk pengembangan teknologi nuklir, termasuk dari Jepang dan Rusia.
Pemerintah menyatakan pengembangan PLTN pertama Indonesia akan memprioritaskan penggunaan teknologi small modular reactor (SMR).
Teknologi SMR menjadi salah satu opsi yang dipertimbangkan dalam upaya Indonesia memasukkan energi nuklir ke dalam sistem ketenagalistrikan sekaligus mengejar target transisi menuju energi rendah karbon.