Strategi ini diharapkan mampu mendorong produktivitas nasional, memperluas pasar ekspor, dan memperkuat daya saing Indonesia di tingkat global.
Untuk mendukung langkah tersebut, pemerintah akan memperkuat sinergi antara kebijakan fiskal, kebijakan moneter, serta sektor keuangan agar tercipta iklim usaha yang kondusif dan mampu menarik investasi dalam skala yang lebih besar.
Baca Juga:
Dasco Sebut Pertemuan Chatib Basri dengan Presiden Bahas Strategi Pertumbuhan Ekonomi
“Mengakselerasi investasi bernilai tambah tinggi yang berorientasi ekspor,” kata Purbaya.
Selain mendorong investasi baru, pemerintah juga menaruh perhatian besar pada optimalisasi peran Danantara sebagai instrumen strategis untuk mempercepat investasi produktif di berbagai sektor prioritas.
Melalui penguatan leverage aset negara, pemerintah berharap dapat meningkatkan kepercayaan investor global sekaligus memperbesar arus investasi yang masuk ke Indonesia.
Baca Juga:
Paripurna DPR Setujui Perubahan UU P2SK untuk Dorong Pertumbuhan Ekonomi dan Ketahanan Keuangan
Investasi tersebut akan diarahkan pada sektor-sektor strategis yang memiliki dampak luas terhadap perekonomian nasional, termasuk sektor yang mampu memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global, meningkatkan nilai tambah industri dalam negeri, serta membuka lapangan kerja dengan keterampilan dan tingkat kesejahteraan yang lebih baik.
Di samping investasi, pemerintah menilai konsumsi rumah tangga tetap menjadi pilar utama pertumbuhan ekonomi nasional.
Oleh karena itu, daya beli masyarakat harus terus dijaga agar aktivitas ekonomi domestik tetap bergerak dan memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan.