WAHANANEWS.CO, Jakarta - Tahun 2026 diproyeksikan menjadi momentum besar ketika peta konektivitas Indonesia berubah drastis lewat peresmian ratusan kilometer jalan tol baru yang langsung menghubungkan pusat produksi, kawasan wisata, hingga simpul logistik nasional.
Sebanyak 308,70 kilometer jalan tol baru dipastikan mulai beroperasi sepanjang 2026, membuka babak baru pemerataan pembangunan infrastruktur di berbagai wilayah strategis Tanah Air.
Baca Juga:
Kementerian PU Siapkan Penanganan Permanen TPA Rantau dan IPLT Aceh Tamiang
“Ruas-ruas baru ini menambah total kumulatif tol operasional menjadi 1.385,03 kilometer sejak tahun 2020,” ujar Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Roy Razali Anwar, dikutip Minggu (4/1/2026).
Pembukaan tol-tol baru ini dinilai bukan sekadar proyek fisik, melainkan pemicu ledakan pertumbuhan kawasan yang selama ini terhambat oleh keterbatasan akses.
Tol Serang–Panimbang Seksi 2 Rangkasbitung–Cileles dan Seksi 3.1 Cileles–Panimbang dengan total panjang 41,63 kilometer menjadi pembuka isolasi Banten Selatan karena memangkas waktu tempuh Jakarta menuju KEK Tanjung Lesung dari sekitar lima jam menjadi hanya dua hingga tiga jam.
Baca Juga:
CPNS Kementerian PU Bantu Sediakan Sarana Air Bersih Bagi Masyarakat Padang
Kehadiran tol tersebut diyakini mengubah wajah Pandeglang dan Lebak menjadi kawasan pariwisata bahari berkelas dunia yang lebih kompetitif dan menarik investasi baru.
Tol Yogyakarta–Bawen Seksi 1 Sleman–Banyurejo dan Seksi 6 Ambarawa–Bawen sepanjang 15,10 kilometer menjadi penghubung kunci segitiga emas Joglosemar sekaligus mengurangi beban kronis jalan nasional Magelang.
Akses ini mempercepat distribusi logistik pangan antara Jawa Tengah dan DIY serta memperkuat konektivitas menuju Candi Borobudur sebagai destinasi super prioritas.