WAHANANEWS.CO, Jakarta - Rupiah yang menembus level Rp18.000 per dolar AS mulai menyalakan alarm baru bagi daya beli rakyat, terutama kelompok menengah bawah yang paling cepat merasakan dampak kenaikan harga kebutuhan harian.
Dewan Ekonomi Nasional (DEN) menyampaikan laporan terkini mengenai kondisi ekonomi makro kepada Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (09/06/2026).
Baca Juga:
Perkuat Sinergi, Danrem 042/Gapu Terima silaturahmi Pengurus PPAD Jambi
Pertemuan tersebut dihadiri Ketua DEN Luhut Binsar Pandjaitan bersama sejumlah anggota DEN, antara lain Chatib Basri, Hario Seto, dan Mochammad Firman Hidayat.
“Salah satu isu penting yang harus diperhatikan itu adalah kemungkinan mengenai risiko kenaikan harga-harga yang bisa terjadi akibat dari pelemahan Rupiah,” kata Chatib Basri.
Chatib menyampaikan bahwa pelemahan nilai tukar tidak bisa dipandang hanya sebagai persoalan pasar keuangan, karena dampaknya dapat merambat ke harga barang dan biaya hidup masyarakat.
Baca Juga:
Viral Dugaan Pesta Sesama Jenis di Tempat Hiburan Malam Karawang, Pemkab Ambil Tindakan Tegas
“Karena ini tentu akan berdampak pada kelompok menengah bawah,” katanya.
Menurut Chatib, pemerintah perlu menjaga kepercayaan publik agar masyarakat tetap yakin bahwa tekanan ekonomi dapat dikelola dengan kebijakan yang tepat.
Ia menilai salah satu cara menjaga kepercayaan tersebut adalah memperlihatkan disiplin fiskal melalui efisiensi anggaran di berbagai program pemerintah.