“Ini menunjukkan sistem perbankan kita cukup kuat gitu kan,” katanya.
Meski demikian, DEN meminta pemerintah tetap waspada terhadap ketidakpastian ekonomi global yang dapat berlangsung lebih panjang dari perkiraan.
Baca Juga:
Perkuat Sinergi, Danrem 042/Gapu Terima silaturahmi Pengurus PPAD Jambi
Firman menyebut salah satu risiko terbesar berasal dari perang yang berdampak terhadap harga energi global dan tekanan lanjutan terhadap mata uang negara berkembang.
Menurutnya, kenaikan harga energi dan pelemahan Rupiah dapat mendorong biaya produksi serta distribusi di dalam negeri.
“Dan kalau teman-teman lihat kan Indeks Harga Konsumsi atau inflasi 3 persen, tapi Indeks Harga Perdagangan Besar itu di 5 persen, IHPB itu di sekitar 7 persen,” katanya.
Baca Juga:
Viral Dugaan Pesta Sesama Jenis di Tempat Hiburan Malam Karawang, Pemkab Ambil Tindakan Tegas
Ia menilai perbedaan antara inflasi konsumen dan tekanan harga di tingkat perdagangan besar perlu diantisipasi lebih serius menjelang semester kedua tahun ini.
“Dan ini yang perlu diantisipasi nanti di semester kedua, tapi saya kira pemerintah sudah mempersiapkan langkah-langkahnya,” kata Firman.
DEN juga menyarankan agar pemerintah memperkuat komunikasi publik mengenai kondisi defisit fiskal secara lebih terbuka dan detail.