Menurut Firman, program Presiden Prabowo untuk meningkatkan kualitas pekerja migran dapat menjadi salah satu sumber penguatan devisa dalam jangka menengah dan panjang.
“Artinya program-program Bapak Presiden untuk meningkatkan pekerja migran berkualitas seperti perawat, electrician, dan segala macam itu bisa membantu meningkatkan devisa ke depan,” katanya.
Baca Juga:
Perkuat Sinergi, Danrem 042/Gapu Terima silaturahmi Pengurus PPAD Jambi
Selain remitansi, sektor pariwisata juga dipandang sebagai sumber devisa yang masih bisa digenjot lebih kuat oleh pemerintah.
Firman menyebut jumlah wisatawan mancanegara Indonesia masih sekitar 15 juta orang dan tertinggal dari sejumlah negara tetangga di kawasan Asia Tenggara.
Ia membandingkan capaian Indonesia dengan Vietnam yang sudah mencapai sekitar 20 juta wisatawan, Thailand sekitar 30 juta wisatawan, dan Malaysia sekitar 40 juta wisatawan.
Baca Juga:
Viral Dugaan Pesta Sesama Jenis di Tempat Hiburan Malam Karawang, Pemkab Ambil Tindakan Tegas
“Kalau kita bisa meningkatkan wisman lebih tinggi dalam waktu ke depan ini, ini tentu akan bisa membantu meningkatkan devisa kita,” kata Firman.
Ia menilai peningkatan kunjungan wisatawan asing tidak selalu membutuhkan belanja anggaran yang besar karena dapat dimulai dari kebijakan yang lebih sederhana.
“Salah satu kebijakan yang sebenarnya tidak butuh anggaran misalkan kita bisa ngasih bebas visa kunjungan misalkan ke beberapa negara yang memang pendapatannya tinggi dan memang tertarik untuk datang ke Indonesia gitu kan,” katanya.