Ia menilai langkah ini akan meningkatkan posisi tawar Indonesia di pasar modal domestik maupun regional, terutama dengan proyeksi dana kelolaan yang mencapai Rp185 triliun.
“Ini bukan hanya restrukturisasi administratif, tetapi lompatan strategis menuju pembentukan raksasa asset management nasional yang solid dan kompetitif,” ujarnya.
Baca Juga:
Polda Jambi Tangkap 7 Pelaku Penambangan Emas Tanpa Izin di Kab. Merangin
Menurut dia, transformasi ini juga mencerminkan arah kebijakan ekonomi yang lebih terukur di era pemerintahan Prabowo-Gibran, dengan fokus pada efisiensi, konsolidasi, dan penciptaan nilai jangka panjang bagi negara.
Sebelumnya, pemerintah melalui BP BUMN dan Danantara menetapkan bahwa Danareksa akan bertransformasi dari holding multi-sektor menjadi perusahaan pengelola aset.
Langkah tersebut dilakukan melalui pelepasan sejumlah unit bisnis seperti kawasan industri, konstruksi, hingga jasa keuangan lain, dengan target konsolidasi rampung dan diumumkan pada Mei 2026.
Baca Juga:
Antisipasi Krisis Energi Dampak Geopolitik, MARTABAT Prabowo-Gibran: Kolaborasi dan Koordinasi BUMN Jadi Penentu Ketahanan Nasional
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.