WAHANANEWS.CO, Jakarta - Indonesia menyiapkan jalur pasokan minyak yang lebih aman dari gejolak Selat Hormuz setelah ketegangan Iran dan Amerika Serikat kembali memanaskan kawasan Teluk.
Wakil Menteri Luar Negeri Arif Havas Oegroseno mengatakan Indonesia kini banyak memperoleh pasokan minyak dari sejumlah negara Afrika yang tidak perlu melewati Selat Hormuz.
Baca Juga:
Listrik Sumatera Utara Kembali Normal, 735 Ribu Pelanggan Terdampak Kini Terlayani 24 Jam
Pernyataan itu disampaikan Arif di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (11/6/2026), saat menjelaskan strategi Indonesia menghadapi risiko gangguan jalur pelayaran energi dunia.
"Kalau mengenai masalah minyak, jadi strategi kita itu adalah sekarang ini kita mendapatkan pasokan dari kawasan yang tidak memerlukan lewat Hormuz," ujar Arif.
Menurut Arif, kerja sama energi Indonesia dengan negara-negara Afrika menjadi salah satu bantalan penting di tengah meningkatnya risiko geopolitik kawasan Teluk.
Baca Juga:
Jelang Galungan dan Kuningan, PLN UID Bali Perkuat Edukasi Keselamatan Listrik untuk Warga
"Jadi kita banyak kerja sama sekarang dengan Aljazair, Nigeria, Angola, di Afrika," ujar Arif.
Ia menjelaskan pasokan minyak dari Afrika membuat Indonesia tidak sepenuhnya bergantung pada jalur distribusi yang melintasi Selat Hormuz.
"Jadi banyak pasokan minyak dari Afrika," ujar Arif.