Tren pertumbuhan tersebut berlanjut pada kuartal pertama 2026 ketika produksi listrik meningkat 15,22 persen secara tahunan menjadi 1.370 GWh.
Di tengah meningkatnya kebutuhan energi bersih dan tantangan ketahanan energi global, masuknya proyek-proyek PGE ke dalam Green Book 2026 dinilai menjadi pengakuan atas kesiapan proyek untuk memasuki tahap pengembangan berikutnya.
Baca Juga:
Penghargaan PROPER Hijau Jadi Tonggak Baru PGE Lumut Balai
"Kami melihat kinerja positif yang dibukukan Perseroan semakin memperkuat kepercayaan berbagai investor terhadap prospek bisnis dan pengembangan proyek-proyek PGE," ujar Direktur Utama PGE Ahmad Yani dalam keterangannya, Jumat (5/6/2026).
Menurut Ahmad Yani, pencapaian tersebut tidak hanya membuka akses terhadap berbagai sumber pembiayaan internasional, tetapi juga meningkatkan daya tarik proyek-proyek Perseroan di mata calon investor dan mitra strategis global.
"Selain membuka peluang akses terhadap berbagai sumber pendanaan internasional yang dapat mendukung percepatan realisasi proyek, pencapaian ini juga meningkatkan visibilitas dan daya tarik proyek-proyek Perseroan di mata calon mitra strategis maupun lembaga pendanaan global," katanya.
Baca Juga:
PGE Lumut Balai Perbaiki Jalan Desa Babatan, Wujud Kepedulian Infrastruktur dan Keselamatan Warga
Perseroan optimistis penguatan fundamental bisnis yang ditopang portofolio proyek yang semakin matang akan menjadi landasan penting untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang sekaligus mempercepat agenda transisi energi nasional.
Tiga proyek yang masuk Green Book 2026 meliputi Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Lumut Balai Unit 3 berkapasitas 55 megawatt (MW), PLTP Lumut Balai Unit 4 berkapasitas 55 MW, dan PLTP Lahendong Unit 7-8 berkapasitas 50 MW.
Melalui status tersebut, Perseroan berharap dapat memperoleh manfaat pembiayaan yang lebih kompetitif sehingga meningkatkan keekonomian proyek dalam jangka panjang.