PLTP Lumut Balai Unit 4 yang ditargetkan beroperasi pada 2032 memperoleh dukungan pembiayaan sebesar US$148,97 juta dari JICA.
Sementara PLTP Lahendong Unit 7-8 yang ditargetkan beroperasi pada 2030 memperoleh pembiayaan sebesar US$170,04 juta dari World Bank.
Baca Juga:
Penghargaan PROPER Hijau Jadi Tonggak Baru PGE Lumut Balai
Ketiga proyek tersebut merupakan bagian dari roadmap PGE untuk mengembangkan potensi panas bumi hingga mencapai kapasitas 3 gigawatt (GW).
Setelah beroperasi, proyek-proyek tersebut diharapkan menambah pasokan listrik rendah emisi sekaligus memperkuat kontribusi energi panas bumi dalam bauran energi nasional.
PLTP Lumut Balai Unit 3 dan Unit 4 yang berlokasi di Kabupaten Muara Enim dan Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan, akan memperluas pengembangan panas bumi Perseroan di wilayah Sumatera.
Baca Juga:
PGE Lumut Balai Perbaiki Jalan Desa Babatan, Wujud Kepedulian Infrastruktur dan Keselamatan Warga
Kedua proyek tersebut juga telah memiliki Power Purchase Agreement (PPA) yang mendukung prospek pengembangan jangka panjangnya.
PLTP Lumut Balai Unit 4 bahkan telah tercantum dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN 2025-2034.
Sementara itu, pengembangan PLTP Lahendong Unit 7-8 beserta Binary Unit di Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, diproyeksikan meningkatkan kontribusi PGE terhadap pasokan listrik wilayah Sulawesi Utara dari sekitar 30 persen menjadi 35 hingga 40 persen dari total kebutuhan listrik daerah tersebut.