WAHANANEWS.CO, Jakarta - Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo-Gibran menyambut positif langkah Badan Pengaturan (BP) BUMN bersama Danantara yang mempercepat penataan organisasi dan struktur bisnis MIND ID sebagai holding industri pertambangan nasional.
Langkah tersebut dinilai sejalan dengan agenda besar hilirisasi dan industrialisasi yang tengah dijalankan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto guna meningkatkan nilai tambah sumber daya alam serta memperkuat daya saing industri nasional.
Baca Juga:
ALPERKLINAS Apresiasi Percepatan Energi Terbarukan, PLN Dinilai Siap Hadapi Tekanan Kurs dan Harga Minyak
Ketua Umum MARTABAT Prabowo-Gibran, KRT Tohom Purba, mengatakan penataan organisasi MIND ID merupakan langkah strategis untuk memastikan pengelolaan sumber daya mineral Indonesia mampu menghasilkan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian nasional.
"Jangan sampai Indonesia terus berada pada posisi sebagai pemasok bahan mentah dunia. Penataan MIND ID harus menjadi pintu masuk menuju penguatan industri pengolahan, manufaktur berbasis mineral, hingga pengembangan rantai pasok industri nasional yang lebih kuat dan berdaya saing global," kata Tohom di Jakarta, Selasa (2/6/2026).
Menurutnya, konsolidasi bisnis dan penyederhanaan struktur organisasi akan mempercepat proses pengambilan keputusan, meningkatkan efisiensi operasional, serta memperkuat koordinasi antarentitas yang berada di bawah naungan MIND ID.
Baca Juga:
Makan Telur Tiap Pekan Bisa Lindungi Otak dari Alzheimer, Ini Faktanya
Tohom menilai langkah yang dilakukan BP BUMN dan Danantara menunjukkan keseriusan pemerintah dalam membangun tata kelola BUMN yang lebih adaptif terhadap perubahan dinamika industri global, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan mineral strategis untuk mendukung transisi energi dan pengembangan teknologi masa depan.
Ia berpandangan bahwa MIND ID memiliki posisi yang sangat penting dalam mengelola kekayaan mineral nasional mulai dari hulu hingga hilir sehingga diperlukan struktur organisasi yang mampu bergerak cepat, lincah, dan terintegrasi.
"Ketika tata kelola diperbaiki dan sinergi antarperusahaan dalam holding semakin kuat, maka kemampuan investasi pada proyek-proyek strategis juga akan meningkat. Dampaknya bukan hanya pada kinerja perusahaan, tetapi juga terhadap penciptaan lapangan kerja, penerimaan negara, dan pertumbuhan ekonomi daerah," ujarnya.
Tohom yang juga Ketua Umum Aglomerasi Watch ini mengatakan penguatan MIND ID dapat memberikan efek berganda yang luas terhadap pengembangan kawasan industri dan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di berbagai wilayah Indonesia.
Menurutnya, keberhasilan hilirisasi sektor pertambangan akan memperkuat konektivitas ekonomi nasional yang pada akhirnya mendukung pembangunan kawasan aglomerasi modern, termasuk penguatan ekosistem industri dan logistik di wilayah Jabodetabekjur yang menjadi pusat aktivitas ekonomi nasional.
"Dalam perspektif aglomerasi, hilirisasi tidak berhenti di kawasan tambang. Hilirisasi akan menciptakan jaringan industri, logistik, teknologi, pembiayaan, hingga pasar tenaga kerja yang saling terhubung. Karena itu penataan MIND ID memiliki dampak strategis yang jauh lebih besar dibandingkan hanya perubahan struktur organisasi perusahaan," katanya.
Lebih lanjut, Tohom menilai agenda hilirisasi yang didukung tata kelola korporasi yang sehat akan menjadi salah satu pilar penting dalam mencapai target Indonesia Emas 2045 karena mampu mengurangi ketergantungan terhadap ekspor bahan mentah sekaligus meningkatkan daya saing industri nasional.
Ia berharap proses penataan yang dilakukan BP BUMN dan Danantara dapat berjalan konsisten serta menghasilkan holding pertambangan yang semakin kuat, profesional, transparan, dan mampu menjadi motor penggerak industrialisasi nasional yang berkelanjutan.
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]