Untuk mengantisipasi berbagai tantangan tersebut, Roro menilai ASEAN perlu mengambil langkah strategis secara kolektif.
Pertama, meskipun beberapa negara ASEAN, termasuk Indonesia, telah melakukan upaya negosiasi secara bilateral dengan Amerika Serikat, ASEAN tetap perlu membangun respons bersama untuk mengantisipasi potensi kebijakan tarif yang merugikan di masa mendatang.
“ASEAN harus terus memonitor, berkoordinasi, dan menegaskan kembali komitmen pada sistem perdagangan multilateral berbasis aturan,” kata Roro.
Baca Juga:
Wamendag RI Bertemu Wamen Investasi Malaysia, Bahas Peningkatan Perdagangan dan Dukungan Aksesi CPTPP
Ia juga mendorong agar negara mitra dan pengamat ASEAN menghormati prinsip perdagangan internasional yang sama.
Selain isu perdagangan, Roro menekankan pentingnya penguatan kerja sama regional di bidang keamanan energi guna menghadapi potensi tekanan geopolitik yang berkepanjangan di Timur Tengah.
Salah satu langkah yang dapat dipertimbangkan adalah memperkuat koordinasi dalam penyediaan cadangan energi strategis di kawasan.
Di sisi lain, ASEAN juga perlu meningkatkan integrasi ekonomi regional dengan memaksimalkan implementasi berbagai perjanjian ekonomi yang telah ada, seperti perjanjian perdagangan bebas ASEAN+1 serta Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (RCEP).
Baca Juga:
Wamendag Tinjau Stok Bapok di Hypermart Nagoya Hill Batam, Harga Relatif Stabil Jelang Lebaran
Menurut Roro, penguatan implementasi perjanjian tersebut dapat membantu memperdalam perdagangan intra-regional sekaligus mendorong diversifikasi rantai pasok di kawasan.
“Kita harus memastikan ASEAN tetap menjadi pusat yang kompetitif dan andal dalam jaringan produksi kawasan maupun global,” tegasnya.
Lebih lanjut, Indonesia juga mendukung penguatan koordinasi lintas pilar ASEAN, khususnya antara isu ekonomi dan keamanan.
Roro menegaskan Indonesia siap bekerja sama dengan seluruh negara anggota untuk memastikan ASEAN tetap tangguh, terbuka, dan berorientasi pada masa depan.